AAJI: Keagenan juga “bancassurance” jadi kanal utama pasarkan asuransi

Finansial76 Dilihat

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

IDN Bisnis Tebakan saya di dalam tahun ini juga mungkin saja selama beberapa waktu ke depan, agensi juga bancassurance masih merupakan dua kanal utama untuk memasarkan hasil asuransi jiwa

Jakarta – Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon menilai keagenan dan juga kerja mirip perusahaan asuransi dengan perbankan (bancassurance) tetap memperlihatkan menjadi kanal utama untuk memasarkan komoditas asuransi jiwa.

"Saya belum mengawasi ada cikal akan dari kanal distribusi selain agensi lalu bancassurance yang mana sudah ada siap untuk berkumpul secara besar. Sehingga, tebakan saya di tempat tahun ini lalu kemungkinan besar selama beberapa waktu ke depan, agensi dan juga bancassurance tetap merupakan dua kanal utama untuk memasarkan komoditas asuransi jiwa," katanya ketika konferensi pers di area Jakarta, Selasa.

Meski kanal distribusi masih tradisional, Budi menekankan bahwa pada waktu ini telah lama sejumlah perusahaan yang melengkapi tenaga pemasarnya, baik keagenan maupun bancassurance, dengan kemudahan prasarana elektronik atau digital pada memasarkan komoditas asuransi.

"Jadi, sebetulnya memang benar masih kanal distribusi tradisional, agensi kemudian bancassurance yang tersebut telah sekian tahun. Tetapi, cara dia memasarkannya telah dengan bantuan teknologi, telah dengan bantuan fitur-fitur digital," kata dia.

AAJI mencatatkan total pendapatan premi asuransi jiwa mencapai sebesar Rp177,66 triliun hingga akhir 2023 atau turun 7,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan kanal distribusi, kontribusi premi dari keagenan kemudian bancassurance dominan di dalam 2023. Pendapatan premi tertinggi berasal dari kanal distribusi bancassurance dengan perolehan sebesar Rp77,13 triliun, yang digunakan tercatat mengecil 12,5 persen dibandingkan 2022.

Sementara, pada kanal distribusi keagenan atau agensi, pendapatan premi tercatat sebesar Rp57,22 triliun di area tahun 2023. Angka yang dimaksud mengalami penurunan 1,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain keagenan kemudian bancassurance, kanal distribusi alternatif seperti kerja serupa IKNB, kerja sebanding non-IKNB, telemarketing, hingga employee benefit consultant juga turut berkontribusi di pendapatan premi di tempat tahun 2023.

Adapun kanal distribusi alternatif ini mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp43,31 triliun atau turun sebesar empat persen pada periode yang mana serupa tahun lalu.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *