AAJI: Pendapatan asuransi jiwa Rp219,70 triliun pada 2023

Finansial88 Dilihat

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

IDN Bisnis Secara umum terjadi penurunan sebesar 2 persen dibandingkan dengan capaian periode 2022. Penurunan total pendapatan secara umum disebabkan sebab adanya penurunan pada komponen pendapatan premi yang digunakan tercatat negatif 7,1 persen

Jakarta – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan total pendapatan asuransi jiwa mencapai Rp219,70 triliun dalam sepanjang 2023 atau turun 2 persen apabila dibandingkan tahun sebelumnya yang mana sebesar Rp224,09 triliun.

"Secara umum terjadi penurunan sebesar 2 persen dibandingkan dengan capaian periode 2022. Penurunan total pendapatan secara umum disebabkan oleh sebab itu adanya penurunan pada komponen pendapatan premi yang tercatat negatif 7,1 persen," kata Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon ketika konferensi pers di tempat Jakarta, Selasa.

Namun demikian, apabila dilihat dari perhitungan secara weighted, pendapatan premi asuransi jiwa masih tercatat bertumbuh 1,1 persen jikalau dibandingkan dengan premi weighted pada 2022.

Hingga akhir 2023, total pendapatan premi asuransi jiwa tercatat sebanyak Rp177,66 triliun. Sementara komponen total pendapatan lainnya yaitu hasil penanaman modal mencatatkan nomor yang positif sebesar Rp32,03 triliun di area 2023, dengan peningkatan sebesar 46,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Membaiknya iklim penanaman modal serta penempatan penanaman modal yang tersebut tepat oleh perusahaan asuransi jiwa menjadi pendorong utama melawan peningkatan hasil pembangunan ekonomi ini," kata Budi.

Selanjutnya, jikalau dilihat dari total pendapatan premi berdasarkan produk, Budi menyampaikan bahwa penurunan pendapatan premi utamanya dipengaruhi oleh turunnya premi dari item asuransi jiwa unit link.

Untuk 2023 berdasarkan barang yang digunakan dipasarkan, jelas Budi, total pendapatan premi asuransi jiwa didominasi oleh hasil asuransi jiwa tradisional dengan sumbangan 52 persen terhadap total pendapatan premi.

Sepanjang 2023, pendapatan premi dari item asuransi jiwa tradisional tercatat konsisten meningkat 14,1 persen apabila dibandingkan dengan 2022, menjadi Rp92,33 triliun. Adapun pendapatan premi dari hasil asuransi jiwa unit link tercatat sebesar Rp85,33 triliun.

Meskipun tercatat adanya penurunan jikalau dibandingkan dengan kinerja 2022, Budi mengungkapkan bahwa di tempat sepanjang 2023 komoditas asuransi jiwa unit link masih menunjukkan adanya pertumbuhan.

"Kami yakin, dengan semakin sempurnanya penyesuaian item asuransi unit link yang tersebut telah terjadi diadakan oleh perusahaan-perusahaan asuransi jiwa anggota AAJI, maka akan semakin meningkat juga minat penduduk terhadap komoditas yang dimaksud khususnya kalangan rakyat yang mana membutuhkan layanan proteksi sekaligus investasi," kata dia.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *