AAJI sebut kenaikan klaim kemampuan fisik didorong kenaikan harga medis yang digunakan tinggi

Finansial68 Dilihat

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

IDN Bisnis pemuaian medis yang tersebut tinggi, meliputi nilai infrastruktur kesehatan, biaya perawatan rumah sakit termasuk biaya pelayanan, obat serta berbagai tes kesehatan

Jakarta – Ketua Sektor Literasi serta Pelindungan Pelanggan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Freddy Thamrin menyebutkan bahwa kenaikan klaim asuransi kemampuan fisik yang cukup tinggi pada tahun 2023 turut didorong oleh pemuaian medis yang tinggi.

AAJI mencatatkan klaim asuransi kebugaran berjumlah Rp4,6 triliun pada periode Januari hingga Maret 2023. Hingga Desember 2023, nilai yang disebutkan terus melonjak sehingga menjadi Rp20,83 triliun atau naik 24,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Faktor utama kenaikan klaim kebugaran adalah kenaikan harga medis yang digunakan tinggi, meliputi biaya infrastruktur kesehatan, biaya perawatan rumah sakit termasuk biaya pelayanan, obat juga berbagai tes kemampuan fisik yang dimaksud juga meningkat," kata Freddy pada waktu konferensi pers pada Jakarta, Selasa.

Selain naiknya harga medis, Freddy menyampaikan bahwa faktor pendorong lainnya termasuk inovasi iklim yang dimaksud menyebabkan berbagai orang menjadi sakit juga meningkatnya kesadaran publik untuk mendapatkan layanan kondisi tubuh yang mana optimal.

Menurut AAJI, prediksi kenaikan pemuaian medis telah dirasakan dampaknya pada lapangan usaha asuransi jiwa dengan tingginya hitungan klaim kesehatan. Oleh sebab itu, kondisi serta tantangan yang dimaksud perlu diatasi.

Freddy menyampaikan bahwa sektor asuransi jiwa mengambil langkah-langkah seperti meninjau kerja sejenis dengan rumah sakit, mengevaluasi hasil kemudian premi berdasarkan pengalaman klaim, dan juga memfasilitasi diskusi antar-perusahaan anggota AAJI.

Lebih lanjut, imbuh dia, lapangan usaha asuransi jiwa juga menggalang langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mana sudah pernah mengesahkan nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Kesejahteraan untuk menguatkan sistem ekologi kondisi tubuh melalui item lalu layanan asuransi kondisi tubuh yang tersebut berkualitas.

"Kita tahu bahwa asuransi kondisi tubuh ini merupakan proteksi dasar yang mana sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Oleh lantaran itu, kita patut menjaga stabilitas bidang agar masih mampu memberikan pelayanan yang dimaksud lebih tinggi baik untuk para nasabahnya. Jadi kebugaran ini perlu mendapatkan perhatian yang digunakan serius," kata Freddy.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon memperkirakan bahwa naiknya harga medis masih naik double digit pada tahun 2024. Hal ini mengingat kenaikan harga medis selalu berada di tempat bilangan bulat double digit pada 3 hingga 4 tahun terakhir. Sementara itu, imbuh dia, tren kenaikan harga medis juga cenderung lebih besar tinggi daripada pemuaian kegiatan ekonomi nasional pada setiap negara di tempat dunia, termasuk Indonesia.

"Tahun ini, kalau kami harus mengestimasi secara konservatif, mungkin saja pemuaian medisnya juga masih double digit. Meskipun kami berharap di tahun-tahun ke depan, perlahan-lahan bisa saja diturunkan mendekati kenaikan harga dunia usaha nasional," kata Budi.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *