AFMGM ke-11 lanjutkan rencana prioritas dari Indonesia di dalam ASEAN 2023

Finansial30 Dilihat

IDN Bisnis AFMGM merupakan wadah penting bagi dialog tingkat tinggi kerja sejenis bank sentral lalu kementerian keuangan di dalam kawasan…..

Jakarta –

Bank sentral lalu kementerian keuangan dalam negara ASEAN sepakat untuk terus melanjutkan tiga rencana prioritas dari Keketuaan Indonesia pada ASEAN 2023, di rangkaian ASEAN 2024.
 
Kesepakatan yang disebutkan mengemuka pada pelaksanaan Pertemuan Menteri Keuangan juga Gubernur Bank Sentral ASEAN (the ASEAN Finance Ministers' and Central Bank Governors Meeting/AFMGM) ke-11 di dalam Luang Prabang, Laos.
 
"AFMGM merupakan wadah penting bagi dialog tingkat tinggi kerja mirip bank sentral dan juga kementerian keuangan di tempat kawasan untuk menguatkan solidaritas antara negara-negara ASEAN khususnya di dalam jalur integrasi keuangan," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono di dalam Jakarta, Senin.
 
Bank of Lao PDR (BOL) kemudian Lao PDR Ministry of Finance menjadi pelopor rapat yang tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 10 (sepuluh) negara anggota ASEAN, yakni Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Republik Demokratik Rakyat Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, serta Vietnam. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta. Turut hadir Timor Leste selaku observer.
 
Tiga jadwal yang digunakan diinisiasi oleh Indonesia pada ASEAN pada 2023 yang mana terus berlanjut tersebut, adalah perluasan kerja sebanding konektivitas pembayaran regional atau Wilayah Payment Connectivity (RPC), penyelenggaraan mata uang lokal di operasi lintas negara di tempat ASEAN atau ASEAN Local Currency Transaction (LCT), dan juga upaya Indonesia untuk melakukan penyempurnaan mandat komite kerja (Working Committee) ASEAN.
 
RPC yang dimaksud diinisiasi oleh Bank Indonesia bertujuan untuk memfasilitasi pembayaran lintas negara yang dimaksud lancar juga aman terus mengalami perkembangan pada bawah Keketuaan ASEAN Laos 2024. Hal yang dimaksud ditandai dengan terus bertambahnya negara yang digunakan tertarik untuk bergabung di kerjasama konektivitas pembayaran regional.
 
Pada 3 April 2024, di tempat sela-sela rangkaian AFMGM ke-11, diadakan penandatanganan nota kesepahaman terkait RPC yang tersebut menandakan bergabungnya Laos sebagai negara kedelapan yang menjadi anggota pada kerja serupa RPC.

Erwin menuturkan pada waktu ini, negara yang sudah bergabung pada kerja mirip RPC adalah Indonesia, Singapura, Filipina, Thailand, Malaysia, Vietnam, Brunei, serta Laos.

 
Dalam rangkaian rapat AFMGM ke-11, kerangka kerja ASEAN LCT yang digunakan perumusannya diprakarsai oleh Bank Indonesia berhasil mendapatkan dukungan penuh dari negara-negara ASEAN.

Hal itu diharapkan dapat menggerakkan peningkatan pemanfaatan mata uang lokal di proses pembayaran lintas negara sehingga dapat bermanfaat bagi pelaku bisnis untuk mengempiskan biaya proses perdagangan, menggerakkan pendalaman pangsa keuangan di mata uang lokal, dan juga mengempiskan eksposur terhadap risiko nilai tukar.

 
Upaya Indonesia untuk melakukan penyempurnaan mandat komite kerja ASEAN memiliki tujuan untuk menjadikan komite kerja ASEAN lebih lanjut relevan dengan perkembangan kondisi ekonomi, mengupayakan inovasi, meningkatkan kemampuan beradaptasi, menguatkan kerja sebanding regional, juga mencapai integrasi kemudian stabilitas keuangan.
 
Pada AFMGM ke-11, para menteri serta gubernur bank sentral mengesahkan Pedoman Level Tinggi kemudian Kerangka Acuan Penyesuaian Mandat Komite Kerja ASEAN. Saat ini dua komite kerja telah dilakukan menyelesaikan penyesuaian mandatnya, yaitu komite kerja yang menangani pengembangan sistem pembayaran (Working Committee-Payment and Settlement System/WC-PSS) juga pengembangan liberalisasi neraca modal (Working Committee-Capital Account Liberalisation/WC-CAL).
 
Komite kerja lainnya terkait penguatan inklusi keuangan, pengembangan bursa keuangan, liberalisasi perdagangan, dan juga integrasi perbankan telah memulai kemudian akan melanjutkan proses penyempurnaan mandatnya.
 
Dalam rapat ini, dihasilkan pernyataan sama-sama tingkat menteri (Joint Ministrial Statement) yang tersebut mencakup kesepakatan mengenai progres serta pencapaian pada priority economic deliverables di tempat bawah Keketuaan Laos dalam ASEAN dengan tema ASEAN: Enhancing Connectivity and Resilience.
 
Agenda prioritas yang disebutkan menekankan upaya mengupayakan penguatan ASEAN Community, meningkatkan kerja sejenis untuk penguatan konektivitas lalu resiliensi ASEAN, menggerakkan konektivitas infrastruktur, dan juga menguatkan hubungan ASEAN dengan mitra eksternal dengan tetap saja menjaga sentralitas ASEAN pada dinamika inovasi arsitektur regional.
 
Pada akhir rangkaian rapat AFMGM, Tanah Melayu selaku Ketua ASEAN 2025 menyampaikan rencana penyelenggaraan pertemuan AFMGM berikutnya pada April 2025 di dalam Kuala Lumpur.
 
 

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *