Ahli: Persetujuan restrukturisasi penting untuk ‘action plan’ Waskita

Bursa8 Dilihat

IDN Bisnis fokus manajemen dapat lebih banyak ke arah restrukturisasi yang digunakan akan dijalankan serta penyelesaian proyek-proyek yang sedang berjalan

Jakarta –

Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menyatakan persetujuan menghadapi restrukturisasi penting bagi PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) untuk dapat segera menetapkan strategi serta action plan pemulihan kinerja ke depan.

“Jadi fokus manajemen bisa saja lebih besar ke arah restrukturisasi yang tersebut akan dijalankan juga penyelesaian proyek-proyek yang mana sedang berjalan,” ujar Toto ketika dihubungi ANTARA di dalam Jakarta, Jumat.

Toto melanjutkan restrukturisasi Waskita Karya akan memberikan milestone melawan langkah-langkah strategis yang akan ditempuh perseroan untuk pemulihan kinerja.

"Langkah-langkah strategis seperti rencana fokus portofolio bisnis, juga rencana corporate action lainnya di rangka perbaikan kinerja," ujar Toto.

Lanjut Toto, pemerintah berjuang ekstra keras untuk menyelamatkan Waskita Karya dikarenakan fungsi strategisnya sebagai perusahaan yang tersebut mengerjakan beragam proyek, termasuk Proyek Penting Nasional (PSN).

Tercatat, sebanyak 98,4 persen dari nilai outstanding utang bank Master Restructuring Agreement (MRA) senilai Rp26,02 triliun sudah menyetujui skema restrukturisasi yang dimaksud ditawarkan oleh Waskita Karya, sedangkan, sisanya masih di proses persetujuan.

​​
SVP Corporate Secretary WSKT Ermy Puspa Yunita mengungkapkan persetujuan berhadapan dengan restrukturisasi merupakan titik penting bagi Waskita Karya untuk dapat segera mengimplementasikan skema restrukturisasi.

Dengan demikian, lanjutnya, perseroan memiliki kemampuan pada melakukan manajemen cash flow secara optimal untuk menciptakan siklus kegiatan operasional yang dimaksud lebih lanjut sustainable, juga dapat membantu perseroan untuk menyelesaikan kewajiban terhadap seluruh kreditur, baik perbankan, pemegang obligasi, maupun vendor.

“Sejalan dengan itu, pemerintah juga terus membantu upaya penyehatan Waskita Karya melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) dan juga dukungan proses pembuatan untuk penyelesaian pekerjaan ruas tol Bogor-Ciawi-Sukabumi, Kayu Agung-Kapal Betung kemudian Bekasi-Cawang-Kampung Melayu,” ujar Ermy.

Sebagai Informasi, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) secara resmi telah lama mengakuisisi 25 persen saham PT Waskita Toll Road (PT WTR) anak perusahaan PT Waskita Karya Tbk (WSKT), pada PT Trans Jabar Tol (PT TJT).
Penandatanganan Sales and Purchase Agreement (SPA) dilakukan dalam Kantor PT SMI, Gedung Sahid Sudirman Center, pada Kamis, 25 Januari 2024, yang digunakan dilaksanakan oleh Direktur Modal juga Penyertaan Modal PT SMI Sylvi J Gani dan juga President Director PT WTR Daniel Fitzgerald Liman.
Masuknya PT SMI sebagai pemegang saham PT TJT, bertujuan untuk mempercepat penyelesaian pembangunan jalan Tol Bocimi selanjutnya, yaitu pada seksi Cibadak – Sukabumi Barat sepanjang 13,7 kilometer (km), yang dimaksud konstruksinya telah terjadi mulai dilaksanakan.
Strategic partnership yang tersebut dilaksanakan agar Waskita Karya memperoleh sumber pendanaan untuk dapat menyelesaikan proyek jalan tol Bocimi.
Dengan penyelesaian kemudian pengoperasian jalan Tol Bocimi, konektivitas di area wilayah Jawa Barat semakin meningkat, sehingga akan menjadi katalis positif pada mengupayakan peningkatan perekonomian setempat dan juga dapat memberikan dampak positif terhadap taraf hidup masyarakat.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *