Airlangga: Surplus perdagangan RI berikan stimulus bagi dunia perniagaan

Bisnis26 Dilihat

IDN Bisnis Surplus neraca perdagangan di tempat 2023 sebesar 36,93 miliar dolar Negeri Paman Sam lalu untuk pertama kalinya kita juga mencapai surplus tahunan dengan China

Jakarta – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menilai surplus neraca perdagangan selama 44 bulan berturut-turut yang dimaksud dicapai Indonesia dapat memberikan stimulus bagi dunia usaha.

“Surplus neraca perdagangan dalam 2023 sebesar 36,93 miliar dolar Amerika Serikat lalu untuk pertama kalinya kita juga mencapai surplus tahunan dengan China. Capaian surplus ini menciptakan ruang kapasitas fiskal dan juga memberikan stimulus bagi publik lalu dunia usaha,” kata Airlangga di area Jakarta, Kamis.

Saat menyampaikan sambutan di acara Standard Chartered World of Wealth 2024, ia juga menyatakan bahwa pemerintah akan terus memitigasi berbagai dampak tantangan global yang masih terus bergulir. Dalam jangka pendek, pemerintah akan terus menjaga daya beli masyarakat, investasi, juga stabilitas makro ekonomi.

Neraca perdagangan Indonesia dengan Tiongkok mencatatkan surplus sebesar 2,06 miliar dolar AS, kemudian dengan India surplus 14,5 miliar dolar AS, dengan Uni Eropa surplus 0,89 miliar dolar AS.

"Cadangan devisa 2023 meningkat pesat menjadi 146,4 miliar dolar AS, ini salah satu didukung oleh pencapaian regulasi devisa hasil ekspor sumber daya alam sebagaimana amanat PP Nomor 36 Tahun 2023,” jelas Menko Airlangga.

Pertumbuhan ekonomi, menurut Airlangga, akan terus dijaga untuk masih berkualitas, inklusif, juga berkelanjutan di rangka menegaskan ketahanan perekonomian jangka menengah-panjang melalui beberapa kebijakan prioritas yang digunakan telah terjadi juga akan terus didorong.

Pertama, peningkatan kegiatan ekonomi berkelanjutan melalui transisi energi lalu perbaikan penyimpanan karbon (carbon storage) dengan didukung strategi pembiayaan berkelanjutan ramah lingkungan.

Kedua, peningkatan nilai tambah dunia usaha melalui hilirisasi. Ketiga, peningkatan produktivitas melalui perubahan digital juga penyiapan sumber daya manusia.

Keempat, melanjutkan reformasi struktural kemudian metamorfosis kegiatan ekonomi melalui penguatan infrastruktur, kelembagaan, lalu kemudahan perizinan berusaha, dan juga proses lanjut industri, untuk hasil strategis seperti semikonduktor.

Dan kelima, peningkatan peran intermediasi sektor keuangan khususnya untuk menyokong usaha kecil mikro juga menengah (UMKM).

“Kita juga harus terus mengupayakan Indonesia di dalam pada forum-forum internasional yang dimaksud akan menerapkan standar tinggi seperti masuknya Indonesia di dalam di OECD. Di mana OECD akan membuka akses lingkungan ekonomi serta menjamin bahwa penanaman modal yang dilaksanakan berbasis juga keamanan para investornya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Menko Airlangga menyatakan bahwa Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar dalam dunia akan memverifikasi penyelenggaraan pemilihan umum berjalan secara aman, jujur, dan juga adil.

Dengan adanya pemerintahan yang dimaksud baru, pemerintah akan masih berazam melanjutkan reformasi struktural untuk menghadirkan iklim mencoba yang digunakan sehat demi penciptaan lapangan kerja.

“Semangat dan juga optimisme yang dimaksud sudah ada kita miliki hari ini tentu perlu didukung oleh semua pihak termasuk para stakeholder lalu para wealth customer dari Standard Chartered Bank yang digunakan diharapkan akan menjadi pemain kegiatan ekonomi serta menjadi kunci untuk pencapaian tujuan Indonesia menjadi negara maju kemudian sejahtera pada tahun 2045,” terang Menko Airlangga.

​​

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *