Al-Quran Punya Terjemahan 26 Bahasa Daerah RI, Begini Prosesnya

Ragam37 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Kementerian Agama RI ketika ini menyediakan Al-Quran yang digunakan telah dilakukan diterjemahkan hingga 26 bahasa tempat termasuk Bahasa Gayo, Dayak, Banyumasan, Bali, Kaili, Melayu, Ambon, hingga Toraja.

Kepala Pusat Penelitian serta Pengembangunan Lektur, Khazanah Keagamaan, kemudian Manajemen Organisasi (LKKMO) Balitbang Diklat, M Isom Yusqi mengungkapkan terobosan ini menjadi upaya Kemenag mendekatkan Al-Quran dengan rakyat Indonesia.

Isom menyatakan untuk mendapatkan hasil terbaik, ada proses yang tersebut panjang pada tahapan penerjemahan. Tahapan itu dimulai dengan identifikasi dan juga penjajakan di dalam berbagai daerah. Hal ini untuk menentukan bahasa mana yang tersebut paling sesuai.

“Tahap awal ini di bentuk pertemuan atau Focus Group Discussion (FGD), dengan melibatkan berbagai pihak terkait, seperti pimpinan daerah, ulama, serta tokoh adat,” ujar Isom pada keterangan resmi Kemenag RI, disitir Akhir Pekan (28/1/2024).

Kemudian, tahapan berikutnya adalah pembahasan lalu rekomendasi bahasa-bahasa yang digunakan akan digunakan. Para pimpinan terkait akan mendiskusikan usulan bahasa wilayah (scoring), serta merekomendasikan bahasa-bahasa yang tersebut akan digunakan.

Proses selanjutnya yaitu penetapan lalu penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU) juga perjanjian kerja sebanding dengan pihak daerah.

Adapun, disiapkan pula petunjuk teknis penerjemahan yang mana melibatkan regu penerjemah serta mencakup teknik penulisan, gaya, dan juga kesepakatan lainnya.

Tim penerjemah kemudian melakukan penerjemahan Al-Qur’an dari versi terbaru Kementerian Agama ke di bahasa wilayah yang mana ditargetkan, dilanjutkan dengan proses validasi.

“Tahap kolaborasi antara regu penerjemahan dan juga kelompok validator menjadi kunci pada menegaskan akurasi terjemahan,” ungkap Isom.

Kemudian, proses yang mana diadakan setelahnya itu yakni mastering Al-Qur’an. Pada tahap ini, pasukan ahli memproduksi layout Al-Qur’an terjemahan bahasa area untuk menjadi master, juga melakukan tashih di dalam Lajnah Pentasihan Mushaf Al-Qur’an Balitbang Diklat.

Setelah tashih, dijalankan uji publik, selanjutnya, kelompok melakukan penerbitan terbatas lalu memohonkan warga untuk menguji kemudian memberikan masukan. Setelah itu, masuk ke tahap digitalisasi agar terjemah jiga dapat diakses melalui Android OS, iOS, Microsoft Word, serta e-pub audio.

“Saat ini telah tersedia Terjemah Al-Qur’an Bahasa Daerah bagi pengguna Android serta iOS yang dimaksud dapat diakses dengan mudah melalui Play Store maupun App Store,” terang Isom.

Setelah proses digitalisasi selesai, dilaksanakan monitoring, evaluasi, lalu pelaporan oleh pihak pelaksana serta penyelenggara. Akhirnya, hasil unggulan Baliitbang Diklat Kemenag ini diperkenalkan untuk publik.

Hal itu sekaligus menandai akhir dari kumpulan tahapan penyusunan Terjemah Al-Qur’an Bahasa Daerah.

Artikel Selanjutnya Syarat Pelunasan Biaya Haji 2024: Wajib Istithaah Kesehatan!

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *