Analis: Pelemahan rupiah tertahan data perekonomian Indonesia yang tersebut kuat

Finansial18 Dilihat

IDN Bisnis DKI Jakarta –

Analis bursa uang Bank Mandiri Reny Eka Putri mengungkapkan pelemahan rupiah lebih besar lanjut berpotensi tertahan oleh data sektor ekonomi Indonesia yang digunakan kuat dengan mencatatkan perkembangan untuk keseluruhan tahun 2023 sebesar 5,05 persen secara year on year (yoy).

 

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa pagi dibuka merosot 35 poin atau 0,22 persen menjadi Rp15.743 per dolar Amerika Serikat dari sebelumnya sebesar Rp15.708 per dolar AS.

 

"Sesuai ekspektasi, Badan Pusat Statistik merilis peningkatan ekonomi Indonesia sebesar 5,05 persen pada 2023. Perekonomian Indonesia masih didukung oleh konsumsi juga investasi. Perilisan data ini diharapkan dapat menahan pelemahan rupiah tambahan lanjut," kata Reny terhadap ANTARA dalam Jakarta, Selasa.

 

Pertumbuhan perekonomian Indonesia yang dimaksud kuat di dalam sedang dunia usaha global yang mana melambat itu ditopang oleh permintaan domestik utamanya berlanjutnya perkembangan konsumsi, termasuk dampak positif penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu), dan juga peningkatan penanaman modal khususnya bangunan sejalan dengan berlanjutnya konstruksi Proyek Penting Nasional (PSN) termasuk Ibu Perkotaan Nusantara (IKN).

 

Sementara itu, Reny menuturkan pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini utamanya dipengaruhi oleh sentimen global terkait waktu penurunan suku bunga kebijakan Amerika Serikat atau Fed Funds Rate (FFR) yang tersebut masih belum jelas. Sentimen yang dimaksud menyebabkan rupiah melemah.

 

"Pergerakan lingkungan ekonomi uang global masih volatile dipengaruhi sentimen eksternal teristimewa waktu pemangkasan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang tersebut masih penuh ketidakpastian," ujarnya.

 

Setelah data pemuaian Negeri Paman Sam dirilis meningkat, sejalan dengan beberapa jumlah pejabat bank sentral Amerika Serikat atau The Fed yang juga mengindikasikan kebijakan yang digunakan masih hawkish sehingga kemungkinan suku bunga Amerika Serikat pada levelnya ketika ini masih akan dipertahankan beberapa waktu ke depan.

 

Di sisi lain, konsensus lingkungan ekonomi menurut CME Fedwatch Tools memperkirakan Fed Funds Rate akan mulai diturunkan sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Mei 2024, mundur dibandingkan perkiraan sebelumnya untuk dapat turun di area bulan Marer 2024.

 

Setelah rilis data tenaga kerja nonfarm payrolls Amerika Serikat yang mana lebih lanjut tinggi dari ekspektasi pada pekan lalu, pelaku lingkungan ekonomi kembali melakukan aksi beli terhadap dolar Amerika Serikat sekaligus memperkuat fenomena higher for longer Fed Funds Rate tambahan lanjut.

 

Pada perdagangan hari ini, Reny memperkirakan nilai tukar rupiah akan berada di tempat rentang Rp15.680 per dolar Negeri Paman Sam hingga Rp15.738 per dolar AS.

 

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *