Apa Hukum Puasa Bagi yang digunakan Belum Mandi Wajib? Ini adalah Informasinya

Syariah16 Dilihat

IDN Bisnis Jakarta – Beberapa hal yang mana dapat membatalkan puasa diantaranya adalah haid, nifas, juga juga jima’ atau hubungan seksual. Dalam ajaran Islam, keadaan haid, nifas, juga junub harus disucikan dengan cara mandi wajib agar ibadah seperti salat sanggup dijalankan.

Lantas, apa hukum puasa bagi yang tersebut belum mandi wajib? Apakah puasanya masih sah ataukah harus mandi wajib terlebih dahulu? Untuk mengetahuinya, mari simak penjelasan berikut.

Hukum Puasa Bagi yang digunakan Belum Mandi Wajib

Dalam hal puasa, hukumnya masih sah bagi seseorang yang tersebut belum mandi wajib, sebab persyaratan puasa tidaklah ada ketentuan harus suci dari hadats kecil maupun besar. Begitu pula belum mandi junub bukanlah perkara yang mana membatalkan puasa.

Dikutip dari NU Online, para ulama berpendapat, bagi seseorang yang mana berada di keadaan hadas besar di area waktu malam hari selama bulan Ramadan, diperbolehkan baginya untuk mandi wajib pasca fajar atau setelahnya waktu subuh tiba. Tidak menjadi permasalahan apabila seseorang mandi wajib setelahnya waktu Subuh, oleh sebab itu puasanya masih dianggap sah.

Bahkan, orang yang pada waktu malam harinya mengalami junub lantaran mimpi basah atau berhubungan suami istri, jikalau tidaklah sempat mandi wajib sebelum waktu imsak, tetap memperlihatkan sah puasanya selama memenuhi aturan serta rukunnya.

Aturan yang sejenis juga terjadi ketika wanita belum mandi junub setelahnya haid. Jika haid sudah ada selesai namun belum mandi wajib, maka hukum puasanya sah. Akan tetapi bila ingin salat, diwajibkan untuk mandi wajib.

Oleh dikarenakan itu, apabila seseorang belum mandi junub hingga waktu Subuh, maka hal yang disebutkan masih diizinkan juga puasanya masih dianggap sah. Namun, masih disarankan untuk mandi junub sebelum waktu Subuh agar kita dapat memulai puasa pada keadaan suci dari hadas besar.

Aturan yang dimaksud membolehkan menunda mandi junub hingga Subuh didasarkan pada perbuatan Rasulullah SAW. Nabi pernah menunda mandi junub hingga waktu Subuh, lalu menjalankan puasa . Hal ini kemudian menjadi landasan bagi kebolehan menunda mandi junub pasca fajar atau Subuh.

Sebagaimana berdasarkan hadis riwayat Imam Al-Bukhari lalu Muslim, dari Sayidah Aisyah serta Ummu Salamah; “Sesungguhnya Nabi Saw pernah ketika waktu Subuh di keadaan junub dari jimak dari istrinya, kemudian beliau mandi serta berpuasa”.

Meskipun puasa tetap saja sah bagi yang digunakan belum mandi wajib, perlu dipahami bahwa kewajiban mandi wajib tetap memperlihatkan harus dilaksanakan sebagai ketentuan sah salat. Sebab tidak ada kemungkinan besar orang yang tersebut belum mandi wajib mampu melaksanakan salat subuh.

Kesimpulannya, hukum berpuasa ketika belum mandi wajib diperbolehkan dan juga puasanya sah. Namun, masih dianjurkan untuk segera mandi wajib sebelum subuh. Sebab apabila tak melaksanakan mandi wajib dengan sengaja pasca memenuhi syarat-syaratnya, maka dapat menjadi dosa.

RIZKI DEWI AYU

Pilihan Editor: Begini Niat dan juga Tata Cara Mandi Wajib untuk Laki Laki

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *