Apakah Itu Tanah Adat, Tanah Ulayat, Hutan Adat, juga Hutan Negara?

Techno17 Dilihat

IDN Bisnis Jakarta – Debat cawapres Ahad, 21 Januari 2024 lalu membagikan pandangan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) Gibran Rakabuming kemudian Mahfud Md mengenai dengan topik energi, sumber daya alam (SDA), pangan, pajak karbon, lingkungan hidup, agraria, kemudian warga adat.  Topik-topik ini kemudian memunculkan beberapa istilah yang mana disebut oleh ketiga cawapres di dalam antaranya tanah adat, tanah ulayat, hutan adat, kemudian hutan negara. Istilah-istilah ini muncul lalu menjadi salah satu fokus perbincangan mereka. 

Salah satunya diungkapkan oleh cawapres Mahfud MD yang mana sempat menyinggung mengenai definisi hutan adat dan juga hutan negara. Mahfud menyatakan bahwa definisi dari istilah ini hendaknya dipisahkan. Menurutnya definisi hutan adat yang dipakai kerap menyingkirkan rakyat sendiri.

“Karena definisi hutan adat yang rutin dipakai sekarang itu kerap menyingkirkan warga adat dari lingkungan hidupnya,” kata Mahfud.

Tak semata-mata hutan adat kemudian hutan negara. Pembahasan terkait hal ini juga merujuk pada istilah-istilah seperti tanah “adat,” dan juga “ulayat”. Kehadiran istilah-istilah ini mencerminkan kompleksitas hubungan manusia dan juga lingkungannya, khususnya terkait dengan kepemilikan tanah kemudian sumber daya alam.

Oleh oleh sebab itu itu, perlu diketahui apa sebenarnya makna dari masing-masing istilah yang disebutkan oleh para cawapres yang dimaksud agar kita mampu memberikan penilaian secara objektif terhadap para partisipan pilpres ini. Berikut penjelasan terkait tanah adat, ulayat, hutan adat, kemudian hutan negara yang penting untuk Anda ketahui.

1. Tanah Adat

Tanah adat merupakan tanah atau wilayah teritori tertentu termasuk segala kekayaan alam yang dimaksud berada di area area tersebut, yang kemudian dinyatakan secara self-claimed, baik yang mana kemudian diakui maupun tiada diakui oleh pemerintah.

Hal ini mengartikan bahwa, selama ada kelompok publik yang mana mengklaim tanah dia sebagai milik mereka, dalam bawah penguasaan mereka itu yang diatur oleh norma-norma hukum adat setempat, itu sanggup dikatakan sebagai tanah adat. Dalam praktiknya, warga diizinkan untuk mengambil faedah dari sumber daya alam, termasuk tanah pada wilayah yang disebutkan guna menunjang keberlangsungan hidupnya.

2. Tanah Ulayat
Konsep tanah ulayat berkaitan erat dengan tanah adat. Ulayat merupakan bagian dari tanah adat yang tersebut diakui secara turun temurun sebagai milik suatu rakyat adat atau kelompok suku. Tanah ulayat didefinisikan sebagai kewenangan penduduk hukum adat untuk mengatur secara bersama-sama pemanfaatan tanah, wilayah, kemudian sumber daya alam yang dimaksud ada pada wilayah penduduk hukum adat yang bersangkutan, yang juga menjadi sumber keberadaan juga mata pencahariannya.

3. Hutan Adat
Mengutip dari laman Mkri.id, UUD 1945 Pasal 18B ayat (2) kemudian Pasal 28I ayat (3) telah lama memberikan pengakuan serta pengamanan melawan keberadaan hutan adat di kesatuan dengan wilayah hak ulayat suatu rakyat hukum adat.

Hal ini adalah konsekuensi dari adanya pengakuan terhadap hukum adat sebagai “living law” yang sudah berlangsung sejak lama kemudian diteruskan hingga pada waktu ini. Berdasarkan hal ini, MK akhirnya memutuskan bahwa hutan adat merupakan hutan yang digunakan berada di wilayah warga hukum adat. Dengan demikian, hutan adat bukanlah hutan negara yang tersebut berada pada wilayah rakyat hukum adat.

4. Hutan Negara
Dilansir dari laman Dpr.go.id, hutan negara merupakan semua hutan yang mana bertambah dalam melawan tanah yang tersebut bukanlah tanah milik. Artinya hutan yang dimaksud berkembang atau pada tanam di area berhadapan dengan tanah yang dimaksud diberikan terhadap Daerah Swatantra dengan hak pakai atau hak pengelolaan mempunyai status sebagai hutan negara.

SHARISYA KUSUMA RAHMANDA I RAHMAT AMIN SIREGAR

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *