Apple hentikan produksi aksesoris berbahan FineWoven

Techno39 Dilihat

DKI Jakarta – Apple dikabarkan menghentikan produksi untuk aksesoris tambahan berbahan FineWoven yang digunakan menyerupai dermis untuk iPhone serta strap untuk Apple Watch akibat ketahanan produk-produk yang mana dinilai tiada memuaskan.

Aksesori berbahan FineWoven sebelumnya mulai dikenalkan perusahaan berbasis di dalam Cupertino itu mulai 2023 di pada waktu masa perilisan iPhone 15 series lalu Apple Watch 9 series.

Kabar dihentikannya produksi aksesoris Apple berbahan FineWoven itu datang dari pembocor teknologi Kosutami yang tersebut lewat cuitannya di X @Kosutami_Ito.

Seperti dilaporkan Phone Arena, Akhir Pekan (21/4) Kosutami menyampaikan bahwa pemberhentian produksi itu dikarenakan durabilitas barang yang digunakan buruk.

"FineWoven tak lagi ada dikarenakan mempunyai durbilitas yang digunakan buruk. Semua lini produksinya dihentikan serta dicabut. Apple akan segera berpindah ke ke material lain. Sekali lagi bukanlah kulit," kata Kosutami.

Sementara itu, sebagai pengguna iPhone 15 Pro Max yang mana juga menggunakan aksesoris berbahan FineWoven, Alan Friedman dari Phone Arena menyebutkan memang sebenarnya aksesoris berbahan FineWoven yang dimaksud memiliki ketahanan yang digunakan tak optimal.

Menurutnya beberapa produsen casing biasanya mempunyai pemeliharaan yang kuat di dalam bagian sudut lalu belakang case namun hal itu tidak ada ditemukan pada casing Apple tersebut.

Dalam waktu cepat, casing berbahan FineWoven yang dimaksud menurutnya ringan terlihat kotor. Apalagi mengingat harganya sebesar 59 dolar Amerika Serikat (Rp957 ribu) rasanya case yang dimaksud tak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan.

Dengan pengalaman nyata dari pelanggannya, kemungkinan besar langkah Apple menghentikan perilisan kemudian produksi aksesoris berbahan FineWoven telah tepat.

unia

 

Artikel ini disadur dari Apple hentikan produksi aksesoris berbahan FineWoven

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *