Apple PHK Massal, Karyawan di dalam 8 Kantor Hilang Pekerjaan

Techno31 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta, CNBC Indonesia – Apple melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) menghadapi 614 orang di area California. PHK ini adalah total pemecatan terbesar oleh produsen iPhone tersebut sejak pandemi.

CNBC International menyatakan bahwa karyawan Apple yang terdampak PHK bekerja di tempat 8 kantor yang mana berbeda dalam area Santa Clara, negara bagian California.

Apple telah dilakukan memberi tahu para pegawai yang terdampak PHK sejak 28 Maret juga pemecatan berlaku mulai 27 Mei.

PHK massal di dalam Apple cukup mengejutkan karena, bahkan selama pandemi, perusahaan yang tersebut berbasis pada California yang dimaksud tak agresif melakukan PHK seperti perusahaan teknologi lainnya.

Laporan rencana PHK yang dimaksud muncul pasca Apple dikabarkan menghentikan proyek pengembangan mobil listrik otonom, yang digunakan disebut sebagai Special Projects Group.

Dalam keterbukaan yang tersebut dirilis Apple, tidaklah ada satupun karyawan yang mana terkena PHK bekerja di area markas besar Apple di area Cupertino. Semua karyawan yang tersebut kehilangan pekerjaan berbasis di area kantor kemudian prasarana kecil yang mana terpisah-pisah. Menurut CNBC International, kemungkinan besar mereka bekerja di dalam proyek rahasia.

Pekerjaan para karyawan yang di-PHK Apple termasuk manajer bengkel mesin, insinyur perangkat keras, insinyur lalu insinyur desain produk.

Proyek mobil listrik Apple

Sebelumnya, Reuters melaporkan tindakan Apple menyetop proyek mobil listrik. Proyek mobil listrik Apple pertama kali diketahui masyarakat pada 2020 dengan nama proyek Titan. Pada waktu itu, Apple disebut berencana merilis mobil listrik pada 2024 atau 2025.

Namun, proyek Titan disebut menemui banyak kendala. Pada 2019, misalnya, Apple diketahui mengubah total arah pengembangan software mobil yang digunakan menyebabkan 190 orang kena PHK.

Desain mobil konsep Apple juga terus berubah. Tadinya, Apple ingin mengembangkan mobil tanpa sopir. Pada perkembangannya, Apple memilih mengembangkan mobil konvensional dengan driver-assistance.

Keputusan Apple menghentikan pengembangan mobil listrik, menurut Reuters, berkaitan dengan pembaharuan mendadak pada prospek kegiatan bisnis tersebut. Pada 2020, perusahaan di tempat Silicon Valley sibuk mengembangkan teknologi terkait mobil listrik.

Kini, suku bunga yang mana tinggi menciptakan sentimen melawan mobil listrik berubah. Pergeseran dari mobil bensin ke mobil listrik melambat sebab konsumen enggan untuk membeli mobil listrik yang digunakan biasanya harganya terpencil lebih lanjut mahal.

Dampaknya, produsen-produsen mobil listrik di area Amerika Serikat mengempiskan produksi bahkan beberapa melakukan PHK.

Beberapa pabrikan otomotif, termasuk Tesla, menghurangi pembangunan ekonomi mereka. Beberapa pabrikan sekarang ini lebih lanjut fokus ke mobil hibrida (yang memiliki mesin bensin lalu listrik), daripada ke mobil yang dimaksud sepenuhnya ditenagai oleh baterai.

Di sisi lain, Apple masih tertinggal dari perusahaan teknologi lain masalah AI. Google dan juga Microsoft pada saat ini sudah merilis layanan Teknologi AI masing-masing. Bahkan, layanan Teknologi AI yang dimaksud dikembangkan Google sekarang sudah ada tersedia di area smartphone Samsung, merek saingan utama HP produksi Apple yaitu iPhone.

Artikel Selanjutnya PHK Facebook Berhasil, Bos Besar Cuan Karyawan Seret

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *