Arsip Pabrik Indarung I dapat pengakuan dari UNESCO sebagai MOWCAP

Market18 Dilihat

Capaian ini menyebabkan arsip Pabrik Indarung I semakin dekat untuk ditetapkan berubah jadi Memory of the World (MOW) oleh PBB

Jakarta – Arsip Pabrik Indarung I PT Semen Padang periode 1910-1972 mendapatkan pengakuan dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai Memory of the World Committee for Asia and the Pacific (MOWCAP) dalam Ulaanbaatar, Mongolia.

Arsip pabrik tertua milik anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) ini, yakni PT Semen Padang, berubah menjadi satu dari 10 kronik sejarah di Negara Indonesia yang mana diakui sebagai warisan kolektif Asia Pasifik. Selain itu juga berubah menjadi satu-satunya lalu pertama yang mana berasal dari sektor sektor manufaktur material dasar.

"Capaian ini menghadirkan arsip Pabrik Indarung I semakin dekat untuk ditetapkan menjadi Memory of the World (MOW) oleh Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)," disitir dari keterangan resmi dalam Jakarta, Selasa.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengungkapkan Pabrik Indarung I merupakan pabrik semen pertama di Asia Tenggara yang tersebut menjadi tonggak sejarah serta simbol kemandirian bangsa di perkembangan di tanah air.

SIG mengapresiasi komitmen juga kerja keras PT Semen Padang di memperjuangkan Arsip Pabrik Indarung I agar diakui sebagai warisan dokumenter perkembangan sektor dan juga perkembangan dunia, sehingga berujung penetapan sebagai MOWCAP oleh UNESCO.

"Selain menjadi bagian penting di sejarah Indonesia, upaya dokumentasi dan juga pengakuan menghadapi jasa besar Indarung I di konstruksi dalam tanah air, tidaklah hanya saja mengabadikan memori bangsa Negara Indonesia bahkan dunia, tetapi juga meyakinkan ketersediaan juga pemeliharaan terhadap warisan ilmu pengetahuan bagi generasi mendatang. Sebagai holding company yang menaungi PT Semen Padang, SIG memperkuat sepenuhnya upaya tambahan lanjut untuk memperjuangkan Arsip Pabrik Indarung I berubah menjadi Memory of The World (MOW) yang mana akan diajukan pada tahun 2025," kata Vita.

Pada awal era kemerdekaan, lanjutnya, Pabrik Indarung I bermetamorfosis menjadi bagian dari persiapan penyelenggaraan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana yang tersebut dirumuskan oleh Presiden Soekarno sama-sama Dewan Perancang Nasional (Depernas, sekarang Badan Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas) untuk mengakibatkan Indonesi berubah jadi negara industri.

Sebagai bagian dari persiapan implementasi Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana, Pabrik Indarung I dinasionalisasi sebagai aset Negara Republik Indonesi pada tahun 1958.

Sebelum ditetapkan sebagai MOWCAP oleh UNESCO, arsip Pabrik Indarung I disebut telah dilakukan terlebih dahulu ditetapkan sebagai Memori Kolektif Bangsa (MKB) oleh Arsip Nasional Republik Negara Indonesia (ANRI) pada 23 Mei 2023.

Arsip Indarung I yang digunakan sudah pernah ditetapkan sebagai MOWCAP merupakan satu rangkaian dengan Cagar Budaya Nasional Pabrik Indarung I PT Semen Padang. Jika MOWCAP mencatat arsip Pabrik Indarung sebagai warisan kolektif Asia Pasifik, ungkap dia, maka Cagar Budaya Nasional mencatatkan fisik bangunan pabrik yang dimaksud sebagai aset warisan budaya nasional yang tersebut harus dilindungi.

Lebih lanjut, Vita Mahreyni menyampaikan bahwa pihaknya sangat memperkuat inisiatif preservasi sejarah dari Pabrik Indarung I. Hal ini berubah jadi bagian dari pilar keberlanjutan SIG, yakni menciptakan nilai bersatu karyawan serta masyarakat.

"Penetapan arsip Pabrik Indarung I bermetamorfosis menjadi warisan sejarah nasional lalu dunia melalui MKB hingga MOWCAP oleh UNESCO, mampu berubah jadi inisiatif menyeimbangkan bidang dan juga nilai sejarah, hingga menjadi sarana edukasi serta membantu memperkenalkan sejarah Pabrik Indarung I untuk warga luas," ucapnya.

Direktur Utama PT Semen Padang Indrieffouny Indra mengaku sangat bangga dan juga bersyukur melawan penetapan arsip Pabrik Indarung I sebagai MOWCAP oleh UNESCO.

"Alhamdulillah, ini sebuah kebanggaan bagi keluarga besar Semen Padang. Tentunya, penetapan Pabrik Indarung I sebagai MOWCAP ini juga berubah menjadi bagian sejarah dari perjalanan panjang perusahaan yang sekarang berusia 114 tahun," ujar dia.

Sejak berdiri pada 1910 hingga berhenti beroperasi pada 1999, Pabrik Indarung I yang tersebut berada dalam Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Pusat Kota Padang, Sumatra Barat telah dilakukan jutaan ton semen untuk memenuhi permintaan semen dalam pada hingga luar negeri. Sejumlah karya dari perusahaan yang disebutkan mencakup antara lain Monumen Nasional (Monas), Gedung DPR/MPR serta Jembatan Semanggi di Jakarta, hingga Jembatan Ampera ke Palembang.

Artikel ini disadur dari Arsip Pabrik Indarung I dapat pengakuan dari UNESCO sebagai MOWCAP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *