Asal Muasal Tisu Dipakai Bule untuk Cebok

Entrepreneur24 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Orang Indonesia atau beberapa negara lainnya seringkali menggunakan air untuk membersihkan dubur pasca buang air besar. Air digunakan dengan tangan kiri yang mana membasuh wilayah sekitar bokong untuk mencuci area tubuh yang disebutkan dari kotoran.

Namun hal ini sangat berbeda pada Global Barat. Di sana, para warga seringkali cuma menggunakan tisu untuk membersihkan wilayah dubur setelahnya buang air besar.

Kebiasaan warga Barat ini tidak tanpa alasan. Ada sejarah panjang yang meliputi hal tersebut, juga hal ini turut melibatkan iklim yang melekat di tempat sebuah wilayah.

Dalam riset “Toilet hygiene in the classical era” (2012), pemanfaatan tisu sebagai pembersih kotoran justru terdeteksi pertama kali pada China, tidak dunia Barat. Kala itu, penduduk China berhasil menciptakan tisu sebagai pengembangan lebih tinggi lanjut dari kertas, yang digunakan juga pertama kali ditemukan di tempat Negeri Tirai Bambu.

Jejak tisu toilet pertama kali muncul di tempat Barat pada abad ke-16. Sastrawan Prancis, Francois Rabelais, adalah orang pertama yang mana mengatakan masalah tisu toilet. Itupun, katanya, tiada efektif digunakan buat cebok.

Lantas, apabila disebut tidaklah efektif, kenapa tisu toilet terus digunakan oleh penduduk Barat?

Menurut situs Buzz Feed, penyebabnya adalah faktor cuaca. Cuaca dingin tentu sekadar memproduksi rakyat pada sana malas bersentuhan dengan air. Entah itu urusan mandi atau cebok. Sementara penduduk tropis, tentu tak keberatan kalau bersentuhan dengan air. Malah, apabila tidaklah terkena air, seseorang merasa akan kegerahan.

Atas dasar inilah, terjadi perbedaan pengaplikasian media cebok antara dua rakyat itu. Publik Barat atau secara umum warga beriklim dingin menggunakan tisu. Sedangkan, sisanya menggunakan air. Plus pemakaian air untuk cebok sejalan juga dengan ajaran keagamaan, baik itu di area Islam atau Hindu.

Sebagaimana dilaporkan CNN International, kepopuleran tisu sebagai alat cebok oleh penduduk non-tropis sejalan dengan kemunculan masif pabrik tisu, terlebih usai muncul pengembangan baru, yakni tisu gulung pada 1890.

Meski begitu, selain oleh faktor iklim, ternyata ada alasan lain yang digunakan mempengaruhi, yakni pola konsumsi. Orang bule yang mana biasa mengkonsumsi makanan rendah serat menciptakan kotoran yang digunakan lebih tinggi sedikit serta rendah air, sehingga mereka membersihkannya semata-mata dengan tisu.

Sementara orang Asia, Afrika, kemudian sebagian Eropa kebalikannya. Mereka rutin menyantap makanan tinggi serat yang mana menghasilkan kembali tambahan sejumlah kotoran juga air. Alhasil, metode air pun jadi jalan terbaik membersihkan kotoran.

Terlepas dari perbedaan regu cebok pakai air atau tisu, riset ilmiah telah dilakukan membuktikan bahwa cebok menggunakan air lebih tinggi bersih. Kotoran yang digunakan mengandung bakteri lalu kuman sanggup seluruhnya hilang.

Kendati demikian, cebok pakai tisu sulit dilepaskan sebab sudah ada terlanjur terikat kebudayaan lalu mengakar lintas generasi. Jadi, itulah alasan kenapa orang bule atau secara umum warga beriklim dingin terbiasa cebok semata-mata pakai tisu.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *