ASDP ingin pengoperasian dermaga Indah Kiat solusi antrean pada Merak

Bisnis59 Dilihat

IDN Bisnis Memang pada waktu ini Pelabuhan Indah Kiat itu kami siapkan untuk sebagai penampungan. Untuk penggunaannya, kami masih mengawaitu arahan dari Kementerian Perhubungan, akibat mereka nanti yang dimaksud menugaskan kapal mana yang akan beroperasi di dalam sana

Banten – Operator jasa penyeberangan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menginginkan pengoperasian Dermaga Pelabuhan Indah Kiat sebagai solusi alternatif untuk mengurai kepadatan antrean kendaraan yang mana ingin masuk kapal penyeberangan dalam dermaga Pelabuhan Merak, Banten.

"Memang ketika ini Pelabuhan Indah Kiat itu kami siapkan untuk sebagai penampungan. Untuk penggunaannya, kami masih mengawaitu arahan dari Kementerian Perhubungan, akibat mereka nanti yang mana menugaskan kapal mana yang tersebut akan beroperasi pada sana," kata Sekretaris Korporat ASDP Shelvy Arifin pada waktu ditemui di dalam Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu.

Shelvy mengungkapkan kendaraan yang ingin masuk kapal di dalam Pelabuhan Merak bisa jadi ditampung sementara pada kantong parkir Dermaga Pelabuhan Indah Kiat yang digunakan mempunyai daya tampung hingga 300 unit kendaraan.

Menurut dia, situasi ketika ini terjadi dikarenakan lonjakan kendaraan yang mana antre untuk menaiki kapal dalam Merak pada waktu arus mudik sudah ada mencapai tiga kali lipat dari jumlah total kendaraan yang dimaksud biasa dilayani ASDP sehari-hari.

"Untuk memberikan pandangan saja, pada Merak itu rata-rata di keadaan normal, kami biasanya melayani sekitar 8.000 kendaraan. Jadi ketika ini kalau kami mengedarkan tiket 24 ribu sampai 25 ribu itu hampir tiga kali lipat jumlah total yang biasa kami layani pada sehari-harinya," kata Shelvy.

Karena itu, ASDP terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) terkait, di tempat antaranya Direktorat Jenderal Perhubungan Darat juga Direktorat Lalu Lintas Polda Banten, untuk memikirkan kebijakan operasional yang bisa jadi mengendalikan antrean kendaraan.

Kebijakan seperti pihak kepolisian menerapkan "sistem buka-tutup" (delay system) di dalam beberapa titik Jalur Cikuas Atas, sebelum kendaraan memasuki area Pelabuhan Merak dan juga siap naik ke menghadapi kapal penyeberangan.

Kemudian ASDP dengan stakeholder terkait membuatkan "zona penampungan" atau "buffer zone" bagi kendaraan pemudik seperti di tempat Dermaga Pelabuhan Indah Kiat.

 

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *