Ayam Nelongso Mau IPO, Incar Rp62,55 M Buat Perpanjang Sewa Outlet

Market14 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Organisasi pengelola rumah makan Ayam Nelongso akan mencatatkan saham perdananya atau initial public offering (IPO). Yakni, PT Bersama Mencapai Puncak Tbk. yang digunakan nanti akan tercatat dengan kode saham BAIK.

Dalam aksi korporasinya, Bersama Mencapai Puncak akan menawarkan sebanyak-banyaknya 225.000.000 dengan nilai nominal Rp50. Harga penawaran Rp268 sampai dengan Rp278 setiap saham. Lantas, perusahaan mengincar dana segar sebanyak-banyaknya sebesar Rp62.550.000.000.

Dalam aksi IPO tersebut, BAIK juga akan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 225.000.000 dengan tarif pelaksanaan sebesar Rp400 per waran. Maka, nilai pelaksanaan Waran Seri I sebanyak-banyaknya sebesar Rp90.000.000.000.

Mengutip prospektus, seluruh dana hasil IPO ini, setelahnya dikurangi biaya-biaya emisi, sekitar sebesar 3,48% akan digunakan untuk pembelian mesin juga kendaraan operasional untuk menunjang proses distribusi item kemudian materi baku yang mana lebih tinggi optimal. Di antaranya sekitar 44% untuk pembelian mesin cold storage dengan kapasitas 20 ton juga 1 (satu) unit mesin air blast compressor twostage.

Sekitar 56% dari juga IPO akan digunakan untuk pembelian kendaraan operasional dalam bentuk 1 mobil truk Traga, 1 mobil Suzuky Carry, 5 kendaraan roda dua serta 1 mobil karoseri pendingin.

Sekitar 10,16% digunakan untuk perpanjangan sewa outlet lama untuk memperkuat ekspansi bidang usaha BAIK. Organisasi akan menambah masa berlaku sewa terhadap 18 outlet lama dengan total nilai sewa sekitar Rp5,6 miliar serta akan dilaksanakan dengan pihak ketiga.

Sekitar 22,54% digunakan untuk renovasi outlet, gudang juga kantor juga sistem otomatisasi pada rangka membantu bidang usaha BAIK untuk penyimpanan persediaan material baku yang dimaksud lebih tinggi besar. Jumlah outlet dan juga gudang yang akan direnovasi oleh Perseroan masing-masing sebanyak 23 outlet (di dalamnya telah termasuk 18 gerai yang digunakan sewanya akan diperpanjang), lalu 1 gudang.

“Saat ini utilisasi gudang Perseroan baik yang digunakan terdapat pada Malang maupun dalam DKI Jakarta telah dilakukan mencapai kapasitas sekitar 90%, namun demikian Perseroan akan melakukan renovasi terlebih dahulu pada gudang yang dimaksud berlokasi dalam wilayah Malang,” jelas BAIK pada prospektusnya, dikutipkan Hari Jumat (19/1/2024).

Sisanya sekitar 63,82% digunakan untuk operational expenditure di tempat antaranya untuk pembelian komponen baku; dan juga biaya biaya pengembangan produk, marketing lalu branding.

Sedangkan dana yang mana diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri I akan digunakan untuk penambahan modal kerja BAIK. Di antaranya pembelian komponen baku lalu marketing/pemasaran.

Untuk memuluskan aksinya, PT MNC Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

BAIK melaporkan perusahaan serta anaknya memiliki jumlah total utang sebesar Rp14.973.043.981, yang tersebut terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp14.607.010.062 lalu liabilitas jangka Panjang sebesar Rp366.033.919, per tanggal 31 Juli 2023.

Sementara itu, jumlah total ekuitas tercatat sebesar Rp62,75 miliar, per 31 Juli 2023.

BAIK juga tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp96,84 miliar per 31 Juli 2023, naik 2% dari setahun sebelumnya sebesar Rp94,18 miliar. Laba tahun berjalan pun juga tercatat naik 3,33% menjadi Rp8,9 miliar.

Berikut jadwal sementara IPO BAIK:

Masa Penawaran Awal : 19 – 24 Januari 2024

Perkiraan Tanggal Efektif : 31 Januari 2024

Perkiraan Masa Penawaran Umum Utama Saham : 2 Februari – 12 Februari 2024

Perkiraan Tanggal Penjatahan : 12 Februari 2024

Perkiraan Tanggal Distribusi Secara Elektronik : 13 Februari 2024

Perkiraan Awal Pelaksanaan Waran Seri I : 15 Februari 2024

Perkiraan Awal Perdagangan Waran Seri I : 15 Februari 2024

Perkiraan Akhir Perdagangan Waran Seri I

– Pasar Reguler & Negosiasi : 10 Februari 2026

– Pasar Tunai : 12 Februari 2026

Perkiraan Pencatatan Saham juga Waran di dalam BEI : 15 Agustus 2025

Perkiraan Akhir Pelaksanaan Waran Seri I : 13 Februari 2026

Artikel Selanjutnya IPO Saham MSTI Dibanderol Kemahalan, Layak Dikoleksi?

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *