Bagaimana Perang Iran dan juga israel Mengubah ilmu geopolitik Timur Tengah?

Market42 Dilihat

TEHERAN – tanah Israel dan juga Iran sekarang telah dilakukan memacu Timur Tengah ke era baru yang dimaksud berbahaya dengan menghapus tabu terhadap serangan militer terang-terangan pada wilayah satu serupa lain.

Pertanyaannya sekarang adalah apakah kewajiban per individu pihak untuk menunjukkan pencegahan kemudian menyelamatkan muka telah dilakukan dipenuhi – atau apakah musuh ditakdirkan untuk memasuki siklus eskalasi baru yang digunakan dapat menjadikan krisis ini semakin berbahaya.

Keputusan segera ada pada tangan Iran pasca negeri Israel melakukan serangan pada dekat kota Isfahan pada hari terakhir pekan pagi. Sistem anti-rudal negeri Israel beroperasi pada 14 April pasca Iran meluncurkan drone serta rudal ke arah Israel.

Laporan awal menunjukkan bahwa tindakan yang disebutkan terbatas dan, menurut para pejabat AS, tidaklah berusaha mencapai portal nuklir Iran ke wilayah tersebut. Sebaliknya, hal ini kemungkinan besar dimaksudkan untuk menunjukkan kemampuan negeri Israel untuk melakukan penetrasi berjauhan ke di wilayah Iran menyusul serangan rudal lalu drone Iran yang mana belum pernah berlangsung sebelumnya terhadap negara Israel akhir pekan lalu, yang dimaksud sebagian besar berhasil digagalkan.

Bagaimana Perang Iran juga israel Mengubah ilmu geopolitik Timur Tengah?

1. Perang Langsung dengan Iran, Bukan dengan Proksi

Bagaimana Perang Iran lalu israel Mengubah geopolitika Timur Tengah?

Foto/AP

Namun, fakta bahwa tanah Israel memilih target di dalam di negeri Iran dibandingkan membatasi responnya pada proksi Iran dalam Suriah atau Irak, misalnya, secara signifikan meningkatkan peluang konfrontasi kemudian meningkatkan kemungkinan bahwa konfrontasi yang dimaksud dapat dengan cepat bermetamorfosis menjadi tidak ada terkendali.

Melansir CNN, tindakan tanah Israel akhir pekan sesudah itu yang tersebut sebagian besar berhasil dihalau oleh sistem pertahanan Israel, AS, juga sekutunya menyusul serangan negeri Israel terhadap gedung konsulat Iran pada Damaskus, Suriah, yang menewaskan dua perwira senior Korps Garda Revolusi Islam.

Dengan krisis yang dimaksud berjalan pada waktu ini, serangan-serangan tanah Israel tampaknya berjuang menunjukkan bahwa merek dapat menyavoid pertahanan Iran sesuka hati – lalu di dalam sekitar sarana nuklir Iran – namun tak menciptakan situasi yang mana mengharuskan Iran untuk merespons dengan serangan-serangan nuklir. eskalasi lain yang mana dapat mengupayakan pihak-pihak yang dimaksud bertikai menuju peperangan habis-habisan.

Risiko di upaya untuk menavigasi jalur sempit ini adalah bahwa kawasan ini sudah ada sangat gelisah setelahnya enam bulan peperangan tanah Israel menghadapi gerakan Hamas dalam Daerah Gaza kemudian ketegangan kebijakan pemerintah yang dimaksud begitu akut di kedua negara sehingga sulit bagi per individu pihak untuk secara akurat menganggap bagaimana keadaan pihak lain. kemungkinan besar bereaksi.

Beberapa jam sebelum serangan Israel, misalnya, Iran telah lama mengingatkan bahwa setiap serangan negeri Israel akan dibalas dengan respons yang dimaksud kuat. Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian memaparkan untuk CNN bahwa tindakan yang disebutkan akan dikerjakan “segera juga pada tingkat maksimum.”

Namun, indikasi awal muncul pada hari Hari Jumat bahwa Iran siap untuk mengakhiri fase eskalasi ini tanpa mengambil tindakan konfrontatif lagi lalu bahwa negeri Israel – meskipun menolak seruan internasional untuk menahan diri – mungkin saja masih menerima kegelisahan Negeri Paman Sam kemudian Barat mengenai kemungkinan terjadinya eskalasi. mengakibatkan pertempuran regional yang tersebut besar.

Artikel ini disadur dari Bagaimana Perang Iran dan israel Mengubah Geopolitik Timur Tengah?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *