Bank Dunia: Perusahaan kecil mendominasi sektor swasta dalam Nusantara

Finansial21 Dilihat

Hanya sedikit perusahaan besar yang mana mendominasi pasar, sementara sebagian besar perusahaan terus kecil lalu kurang produktif

Jakarta – Bank Global (World Bank) mengatakan, perusahaan-perusahaan kecil mendominasi sektor swasta pada Indonesia, namun memberikan partisipasi yang kecil.

"Hanya sedikit perusahaan besar yang dimaksud mendominasi pasar, sementara sebagian besar perusahaan tetap kecil dan juga kurang produktif," kata Senior Private Sector Specialist pada Bank Global Alexandre Hugo Laure terkait Laporan Prospek Perekonomian Nusantara edisi Juni 2024 untuk media di dalam Jakarta, Senin.

Alexandre menjelaskan, sektor swasta pada Indonesi dicirikan oleh banyaknya perusahaan kecil, namun dominasi kegiatan ekonomi hanya sekali terdapat sedikit perusahaan besar.

Industri swasta di Negara Indonesia sangat besar, dengan 66 jt badan usaha, dan juga 9 jt dalam antaranya terdaftar secara resmi.

Grup yang disebutkan sebagian besar terdiri dari usaha mikro, kecil, serta menengah (UMKM), dengan penampilan yang dimaksud signifikan dalam sektor grosir kemudian eceran (54 persen), jasa akomodasi kemudian makanan (20 persen), dan juga lapangan usaha pengolahan (14,5 persen).

Di sisi lain dari segi ukuran, dominasi perusahaan-perusahaan besar yang digunakan bertahan lama membedakan Indonesi dari negara-negara lain seperti India, Meksiko, Filipina, juga Turki.

"Perusahaan-perusahaan besar lapangan usaha ini telah terjadi memainkan peran penting di perkembangan Indonesia namun belakangan ini mulai menunjukkan perlambatan perkembangan produktivitas," ujarnya.

Dibandingkan dengan perekonomian India, Meksiko, Filipina, dan juga Turki, dalam Tanah Air perusahaan kecil mendominasi populasi perusahaan. Organisasi kecil mencakup 56 persen perusahaan. Korporasi kecil memberikan kontribusi yang mana kecil terhadap output. Organisasi kecil menciptakan 3 persen dari total output

Organisasi kecil hanya sekali memunculkan sedikit lapangan kerja. Perusahaan kecil mempekerjakan 11 persen pekerja penuh waktu. Korporasi kecil tak terhubung ke bursa internasional. Kurang dari 2 persen perusahaan kecil menggunakan materi baku atau pasokan yang mana diimpor.

Selanjutnya, Alexandre menuturkan reformasi untuk meningkatkan penyelenggaraan sektor swasta sudah pernah dilakukan, namun kesenjangan peraturan kemudian produktivitas masih ada.

Indonesi sudah menempuh perjalanan mengubah sejak 2015, dengan menerapkan reformasi dunia usaha yang mana signifikan untuk meningkatkan lingkungan bisnis.

Reformasi seperti Omnibus Law Cipta Kerja pada 2020 serta kemudahan di berinvestasi telah lama membuahkan kemajuan nyata. Khususnya, penerapan sistem Online Single Submission (OSS) telah lama menyelaraskan tahapan registrasi lalu perizinan usaha, sehingga secara signifikan meringankan beban operasional bagi globus perniagaan melalui penerapan pendekatan berbasis risiko.

Di sisi lain, meningkatkan konsistensi peraturan juga mengupayakan akses ke lingkungan ekonomi internasional adalah kunci untuk mengeluarkan kemungkinan sektor swasta Indonesi kemudian memacu peningkatan perekonomian yang mana berkelanjutan.

Sementara itu, untuk memacu akses terhadap lingkungan ekonomi internasional, pelonggaran akses terhadap bursa global dapat meningkatkan daya saing perusahaan-perusahaan Indonesi lalu memproduksi perusahaan-perusahaan besar menjadi lebih banyak produktif.

Kebijakan yang digunakan mengintegrasikan perusahaan lokal ke di rantai nilai dan juga pasokan global memerlukan peningkatan teknologi, manajemen, dan juga produksi yang mana ramah lingkungan.

Ke depan, Nusantara diharapkan dapat menciptakan sektor swasta yang dimaksud tambahan dinamis kemudian tangguh yang mampu menggerakkan peningkatan dunia usaha jangka panjang juga meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.

 

Artikel ini disadur dari Bank Dunia: Perusahaan kecil mendominasi sektor swasta di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *