Bank Indonesia yakin perekonomian Sumut kokoh di tahun 2024

Finansial14 Dilihat

Kami memperkirakan perekonomian Sumut terakselerasi dan juga berada pada hitungan 4,5 persen-5,3 persen.

Medan – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara (BI Sumut) yakin perekonomian Sumut kokoh pada tahun 2024, walau berada di berada dalam ketidakstabilan global yang digunakan masih mempengaruhi dunia.

"Kami memperkirakan perekonomian Sumut terakselerasi lalu berada pada nomor 4,5 persen-5,3 persen," ujar Kepala Perwakilan BI Sumut IGP Wira Kusuma, di dalam Medan, Selasa.

Adapun pertumbuhan perekonomian pada Sumut pada tahun 2023 adalah 5,01 persen.

Wira melanjutkan, menurut BI, setidak-tidaknya ada lima aspek yang dimaksud menggalakkan peningkatan perekonomian di Sumut tahun 2024.

Kelima hal itu, yakni optimisme permintaan domestik yang digunakan kuat, penyelenggaraan pemilihan raya 2024 juga PON Sumut, adanya keberlanjutan acara pemeliharaan sosial pemerintah, prospek penanaman modal Sumut yang tersebut masih cerah kala lesunya kegiatan ekonomi bola juga tingginya permintaan sawit domestik seiring berlangsungnya proses lanjut bidang untuk unsur bakar biodiesel B30 juga B40.

Sementara status yang berpeluang menekan perekonomian Sumut disebut Wira adalah konflik geopolitik bumi yang mana mengganggu rute perdagangan global dan juga pembatalan beberapa proyek strategis nasional.

Satu hal lagi, negara mitra dagang Sumut yakni China juga menghadapi perlambatan perekonomian lantaran terjadinya permasalahan struktural pada sana.

"Situasi makro kegiatan ekonomi global ini masih terus kami waspadai," kata Wira.

Kemudian, BI pun memproyeksikan naiknya harga Sumut pada tahun 2024 "year on year" terus terjaga di dalam sasaran naiknya harga yang dimaksud diinginkan pemerintah yaitu 2,5 plus minus satu persen.

Pada Desember 2023, naiknya harga Sumut ada pada bilangan 2,25 persen "year on year" (yoy) juga Desember 2022 yaitu 6,12 persen (yoy).

Menurut Wira, kebijakan satu di antaranya pengendalian pemuaian pemerintah juga BI melalui Inisiatif Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) kemudian kerangka 4K (keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi juga komunikasi efektif) mampu menahan inflasi.

Di luar itu, kenaikan kenaikan harga Sumut juga dapat diadang via penerapan kebijakan subsidi domestik, pelaksanaan inspeksi pangsa menjauhi hari besar keagamaan, pemanfaatan anggaran pengendalian inflasi, peningkatan produksi pangan juga pemahaman yang digunakan baik terhadap kemungkinan gangguan pasokan pangan.

Namun, BI Sumut kekal mengajukan permohonan semua pihak berkepentingan untuk memperhatikan aspek yang tersebut dapat menyokong inflasi, yaitu terbatasnya pasokan pangan, peningkatan permintaan masyarakat, peluang kenaikan tarif cukai rokok, konflik geopolitik, masalah produksi hortikultura oleh sebab itu fenomena El Nino serta kenaikan penghasilan ASN.

Artikel ini disadur dari Bank Indonesia yakin ekonomi Sumut kokoh di tahun 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *