Bank Jago layani 11,1 jt klien pada kuartal I 2024

Bisnis33 Dilihat

Jumlah yang disebutkan naik 3,6 jt pengguna dibandingkan pencapaian kuartal I-2023 yang digunakan mencapai 7,5 jt nasabah.

Jakarta – PT Bank Jago Tbk melayani 11,1 jt nasabah, satu di antaranya 9 jt pelanggan funding melalui Aplikasi komputer Jago pada kuartal I-2024.

“Jumlah yang disebutkan naik 3,6 jt pengguna dibandingkan pencapaian kuartal I-2023 yang tersebut mencapai 7,5 jt nasabah,” demikian pernyataan resmi Bank Jago ke Jakarta, Jumat.

Kenaikan total pengguna funding sejalan dengan perkembangan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai 42 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Tiap Maret 2024, DPK mencapai Rp13,2 triliun, naik dari Rp9,3 triliun pada Maret 2023. Berdasarkan jumlah agregat DPK tersebut, komposisi current account and savings account (CASA) mencapai 63 persen atau Rp8,3 triliun, sedangkan komposisi term deposit (TD) mencapai 37 persen atau Rp4,9 triliun.

“Mengawali tahun ini, kami kekal konsistensi menggunakan strategi kolaborasi dengan ekosistem. Ini adalah merupakan cara efektif untuk bertumbuh secara solid kemudian sejalan dengan aspirasi kami untuk meningkatkan kesempatan berkembang berjuta khalayak melalui solusi keuangan digital yang mana berfokus pada kehidupan,” kata Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung.

Ekosistem GoTo dengan GoPay Tabungan serta jaringan reksadana online Bibit sebagai mitra lingkungan strategis yang mana terhubung secara seamless melalui Aplikasi komputer Jago, memberikan partisipasi signifikan terhadap perkembangan bidang usaha Bank Jago.

Hal ini terlihat antara lain dari jumlah agregat pelanggan funding Program Jago yang dimaksud sejumlah 65 persen berasal dari mitra ekosistem.

Melihat dari sisi penyaluran kredit, Bank Jago mencatatkan peningkatan sebesar 32 persen yoy. Penyaluran kredit pada akhir kuartal I-2024 mencapai Rp14,3 triliun, meningkat dibandingkan periode yang tersebut mirip pada tahun kemudian sebesar Rp10,8 triliun.

“Pertumbuhan penyaluran kredit tercapai berkat strategi kolaborasi dengan beraneka mitra (partner), seperti sistem ekologi kemudian wadah digital, perusahaan pembiayaan, dan juga lembaga keuangan lainnya,” ujarnya.

Penyaluran kredit Bank Jago dikerjakan dengan mengutamakan prinsip kehati-hatian yang terlihat dari rendahnya rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross sebesar 0,6 persen atau dalam bawah rata-rata bidang perbankan sebesar 2,3 persen.

Pertumbuhan kredit turut memacu kenaikan aset Bank Jago menjadi Rp22,5 triliun atau bertambah 25 persen dari periode yang digunakan serupa tahun berikutnya sebesar Rp18 triliun.

Bank Jago juga membukukan laba bersih pasca pajak (net profit after tax) sebesar Rp22 miliar per akhir Maret 2024 atau bertambah 24 persen dari akhir Maret 2023 yang mencapai Rp18 miliar.

Selain itu, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang dimaksud mencapai 55 persen disebut menunjukkan kuatnya tingkat permodalan untuk memperkuat ekspansi usaha ke depan.

“Walaupun situasi perekonomian global masih mengalami ketidakpastian, strategi bidang usaha serta fundamental kuat Bank Jago mampu menyebabkan peningkatan yang tersebut positif serta berkualitas. Pencapaian ini berubah jadi peluang yang dimaksud baik bagi Bank Jago untuk melanjutkan pertumbuhan secara berkelanjutan ke depan,” ucap Arief.

Artikel ini disadur dari Bank Jago layani 11,1 juta nasabah pada kuartal I 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *