Bapenda Denpasar menyingkap pelayanan pajak dua hari ketika cuti Lebaran

Finansial36 Dilihat

IDN Bisnis Pelayanan pajak area Perkotaan Denpasar masih mengakses pada 8 juga 9 April 2024. Namun pelayanan pajaknya berlangsung setengah hari, dimulai dari pukul 08.00 hingga 12.00 Wita

Denpasar – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Daerah Perkotaan Denpasar, Bali, pada waktu cuti dengan Lebaran/Idul Fitri 1445 Hijriah masih membuka pelayanan pajak wilayah selama dua hari pada 8 juga 9 April 2024.

"Pelayanan pajak wilayah Pusat Kota Denpasar tetap memperlihatkan mengakses pada 8 lalu 9 April 2024. Namun pelayanan pajaknya berlangsung setengah hari, dimulai dari pukul 08.00 hingga 12.00 Wita" kata Kepala Bapenda Perkotaan Denpasar IGN Eddy Mulya di tempat Denpasar, Minggu.

Sementara itu untuk masa cuti dengan juga libur Lebaran dari 10 hingga 15 April 2024, pelayanan pajak tempat ditutup.

"Pelayanan pajak area selain di dalam Kantor Bapenda Denpasar juga dilaksanakan pada Mal Pelayanan Publik Graha Sewaka Dharma Lumintang, khususnya untuk Pajak BPHTB (Bea Perolehan Hak menghadapi Tanah serta Bangunan)," ucapannya didampingi Sekretaris Badan Pendapatan Daerah Daerah Perkotaan Denpasar I Dewa Gede Rai.

Hal ini merujuk pada surat dari Sekretariat Daerah Perkotaan Denpasar Nomor: 000.8.3.4/424/Org tanggal 1 April 2024 perihal Pelaksanaan Pelayanan Publik pada Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah Tahun 2024.

Pihaknya pun meminta-minta agar wajib pajak dapat lebih besar awal melaksanakan pelaporan lalu pembayaran pajak.

Sementara itu, realisasi pajak pada triwulan pertama 2024 Pusat Kota Denpasar menunjukkan hal yang tersebut positif dengan capaian pajak sudah ada mencapai 26,65 persen. Angka ini sebesar Rp239,85 miliar dari target sebesar Rp900 miliar untuk 2024 ini.

Pihaknya optimistis target Rp900 miliar bisa jadi terpenuhi bahkan lebih. Hal ini berkaca dari realisasi tahun 2023 lalu yang dimaksud dapat melampaui target.

Eddy Mulya menambahkan, target pajak terbesar dari sembilan jenis pajak yakni pada pajak restoran. Saat ini realisasinya sudah ada 32,27 persen atau Rp80,68 miliar dari target sebesar Rp250 miliar. "Capaian ini cukup bagus lalu menunjukkan tren positif," katanya.

Kemudian ada pajak hotel sebesar Rp50,4 miliar atau telah terealisasi 30,54 persen. Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sebesar Rp44,5 miliar dengan persentase 41,20 persen.

Ada juga pajak Bea Perolehan Hak menghadapi Tanah kemudian Bangunan (BPHTB) sebesar Rp36,06 miliar atau 17,17 persen dari target. Untuk PBB-P2 perolehan baru sebesar Rp12,8 miliar atau 11,36 persen.

Ada juga pajak hiburan Rp10,1 miliar atau 28,88 persen, pajak air tanah Rp2,9 miliar atau 40,96 persen. Lalu pajak parkir Simbol Rupiah 1,5 miliar atau 21,42 persen. Terakhir dari pajak reklame sebesar Rp905 jt atau 18,10 persen.

"Untuk menggenjot realisasi pencapaian pajak, kami melakukan berbagai upaya. Pertama ada sistem jemput bola, penerapan kebijakan pemberian insentif fiskal, juga pemberian reward untuk yang melakukan pembayaran secara digital," kata Eddy Mulya.

Realisasi perolehan pajak wilayah Perkotaan Denpasar pada 2023 melampaui dari target sebesar 117,57 persen. Adapun realisasinya mencapai Rp965 miliar dari target Rp821 miliar. Dari sembilan jenis pajak yang ada, semua terealisasi pada menghadapi 100 persen.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *