BEI akan luncurkan 15 seri Single Stock Futures dalam kuartal II-2024

Bursa17 Dilihat

IDN Bisnis Berbeda dengan hasil derivatif BEI lainnya yang didasari oleh indeks saham serta surat utang negara, efek yang dimaksud mendasari SSF adalah saham

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerbitkan 15 seri hasil derivatif yaitu Single Stock Futures (SSF) paling cepat pada April atau Mei 2024, untuk melengkapi komoditas derivatif yang sudah ada ada pada lingkungan ekonomi modal Indonesia.

“Target awal kami pada Desember 2023. Tapi, sebab market belum siap, belum terlalu familiar, jadinya diundur. Setelah persiapan lebih banyak matang, mudah-mudahan mampu kami launching satu atau dua bulan dari sekarang,” ujar Kepala Divisi Penguraian Bisnis 1 BEI Firza Rizqi Putra pada Edukasi Wartawan Pasar Modal di dalam Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan, ke-15 seri yang dimaksud berasal dari lima underlying saham yang dimaksud merupakan konstituen LQ45, diantaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), lalu PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

“Dengan masing- masing periode kontrak, yaitu 1 bulan, 2 bulan, lalu 3 bulan,” ujar Firza.

Dari sosialisasi juga edukasi yang mana dilakukan, Firza mengungkapkan Anggota Bursa (AB) menyambut positif penampilan SSF seiring terjadinya peningkatan proses di mekanisme SSF.

Menurut dia, mekanisme perdagangan yang mirip dengan saham ini akan mempermudah pemodal eksisting untuk mentransaksikan SSF, oleh sebab itu modal atau dana yang dibutuhkan untuk berinvestasi terpencil lebih besar murah.

Dalam kesempatan sama, Direktur Pengembangunan BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan, SSF merupakan perjanjian atau kontrak antara dua belah pihak untuk mengedarkan atau membeli suatu saham di area masa depan dengan nilai yang digunakan sudah pernah ditentukan.

“Berbeda dengan hasil derivatif BEI lainnya yang dimaksud didasari oleh indeks saham juga surat utang negara, efek yang dimaksud mendasari SSF adalah saham,” ujar Jeffrey.

Ia mengatakan, SSF juga mempunyai satuan kontrak yang tersebut paling rendah dibandingkan barang derivatif lainnya, sehingga modal yang dimaksud dibutuhkan pemodal untuk dapat mulai berinvestasi SSF tambahan kecil.

“Jadi, yang tersebut menjadi underline-nya ini nanti adalah saham. Hal ini adalah salah satu hasil atau instrumen yang dapat digunakan oleh pemodal untuk mendapatkan keuntungan baik pada ketika market bullish maupun sedang bearish," ujar Jeffrey.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *