BEI catatkan tujuh perusahaan IPO selama sepekan

Bisnis26 Dilihat

IDN Bisnis capital market society akan memonitor performa, sehingga perusahaan tercatat dituntut untuk meningkatkan kinerja, dengan selalu adaptif, responsif juga inovatif.

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil mencatatkan tujuh perusahaan untuk melangsungkan Initial Public Offering (IPO) selama sepekan dari hari terakhir pekan (05/01) hingga Kamis (11/01).

Direktur Penilaian Korporasi BEI I Gede Nyoman Yetna di dalam Main Hall BEI, Jakarta, Kamis, mengingatkan perusahaan tercatat dalam BEI untuk menerapkan perfomance excellent, penanam modal protection, dan juga komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG).

Terkait performance excellent, ia menjelaskan capital market society akan memonitor performa, sehingga perusahaan tercatat dituntut untuk meningkatkan kinerja, dengan setiap saat adaptif, responsif lalu inovatif.

“(Kemudian), perusahaan perlu memperhatikan penanam modal protection, di area mana kepercayaan menjadi aset berharga bagi penanam modal lalu seluruh stakeholder terkait,” ujar Nyoman.

Organisasi tercatat perlu berjanji terhadap ESG, di tempat mana menjaga kelestarian lingkungan lalu berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan warga di dalam sedang gejolak ancaman pembaharuan iklim serta kesenjangan sosial.

Urutan ke-7 perusahaan baru itu, yaitu PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) yang digunakan menyelenggarakan IPO pada hari terakhir pekan (05/01) dengan meraih dana senilai Rp125 miliar,  PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) mengatur IPO pada Awal Minggu (08/01) dengan meraih dana senilai Rp179,62 miliar, juga PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) mengatur IPO pada Selasa (09/01) dengan meraih dana senilai Rp532,78 miliar.

Kemudian, PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) kemudian PT. Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA) yang digunakan mengatur IPO pada Rabu (10/01) kemudian masing- masing meraih dana senilai Rp81,48 miliar juga Rp264,7 miliar. Selain itu, pada  Kamis (11/01) terdapat PT. Samcro Hyosung Adilestari Tbk (ACRO) juga PT Manggung Polahraya Tbk (MANG) yang digunakan masing- masing meraih dana senilai Rp74,93 miliar kemudian Rp76,25 miliar.

Dari aksi IPO ketujuh perusahaan itu, dana yang dimaksud berhasil dihimpun melalui bursa modal Indonesia mencapai sekitar Rp1,33 triliun.

Sepanjang tahun ini, BEI cuma berusaha mencapai sebanyak 62 perusahaan untuk mengatur IPO, atau jarak jauh di dalam bawah capaian tahun lalu sebanyak 79 perusahaan yang dimaksud menyelenggarakan IPO dengan dana dihimpun mencapai Rp54,14 triliun.

Sementara itu, sebelumnya Nyoman mengungkapkan masih terdapat 29 perusahaan di antrean (pipeline) untuk mencatatkan saham pada BEI pada 2024.

Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *