BEI rilis surat kebijakan terkait Spesifikasi Kontrak Berjangka Saham

Bursa26 Dilihat

IDN Bisnis Ibukota – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah dilakukan menetapkan spesifikasi hasil derivatif baru, yaitu Kontrak Berjangka Saham (KBS) atau Single Stock Futures (SSF) yang tersebut mulai berlaku pada Senin, 25 Maret 2024.

Penerbitan ini merujuk pada Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00040/BEI/03-2024 tentang Spesifikasi Kontrak Berjangka.

“Kontrak yang digunakan diterbitkan mencakup 15 seri efek yang dimaksud menggunakan 5 saham sebagai underlying. Saham-saham yang disebutkan adalah ASII, BBCA, BBRI, MDKA, juga TLKM,” ujar Sekretaris Organisasi BEI Kautsar Primadi Nurahmad di tempat Jakarta, Senin.

Adapun, beberapa kelebihan yang mana dimiliki oleh item Single Stock Futures, yaitu pemodal dapat mengambil kedudukan beli (long) atau jual (short) suatu saham, sehingga dapat memperoleh kemungkinan keuntungan pada waktu tarif saham yang dimaksud sedang naik atau turun.

“Selain itu, dana yang dimaksud dibutuhkan pemodal terpencil tambahan kecil dibandingkan membeli saham secara langsung, oleh sebab itu Single Stock Futures ditransaksikan secara leverage,” ujar Kautsar.

Selanjutnya, realisasi keuntungan penanam modal didapatkan tambahan cepat dikarenakan Single Stock Futures diselesaikan secara tunai pada satu Hari Bursa (T+1), yang tersebut mana underlying SSF juga merupakan saham-saham konstituen indeks LQ45 yang dimaksud memiliki likuiditas tinggi dan juga fundamental yang mana baik.

Kautsar menjelaskan, spesifikasi dari item Single Stock Futures, di dalam antaranya sebagai berikut :

1. Single Stock Futures diperdagangkan secara Continuous Auction dengan waktu perdagangan pembukaan I dimulai dari pukul 08.45 – 12.00 juga sesi II dimulai dari pukul 13.30 – 16.15 untuk hari Hari Senin sampai dengan Kamis, sedangkan untuk hari Jumat, sesi I dimulai pukul 08.45 – 11.30 juga pertemuan II dimulai pukul 14.00 – 16.15.

2. Contract Size dari Single Stock Futures sebesar 100 saham, hal ini berarti nilai per satu kontraknya setara dengan 1 lot saham.

3. Kelipatan besar perdagangan adalah per satu kontrak (satu lot).

4. Persentase Auto Rejection kemudian fraksi biaya Single Stock Futures mengikuti ketentuan dari biaya saham underlying-nya.

5. Penyelesaian Single Stock Futures dijalankan secara tunai (cash settlement) pada T+1.

“Dengan diberlakukannya surat kebijakan ini, maka selanjutnya Anggota Bursa Efek dapat melanjutkan proses onboarding juga berpartisipasi di perdagangan hasil Single Stock Futures,” ujar Kautsar.

 

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *