BEI ungkap empat emiten proses ‘buyback’ saham jelang delisting

Bursa8 Dilihat

IDN Bisnis Ibukota – Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan terdapat empat perusahaan sedang di proses untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback saham) sebelum akan melakukan ‘delisting’ dari bursa saham Indonesia.

Namun, Ia tidaklah bisa saja menyebutkan nama- nama dari keempat perusahaan yang tersebut sedang proses akan melakukan buyback saham tersebut.

“Kita maping dulu, kita upayakan untuk memprioritaskan yang relatif kooperatif, paling tiada ada empat (emiten) dari itu yang mana di waktu dekat sedang di proses,” ujar Nyoman ketika pembukaan doorstop dalam Gedung BEI, Jakarta, Senin.

Ia menegaskan, setiap perusahaan yang dimaksud berencana melakukan penghapusan pencatatan saham (delisting) dari BEI, mempunyai kewajiban untuk melakukan buyback saham yang digunakan dilaksanakan oleh pemilik atau pengendali perusahaan tersebut.

“Pada pada waktu penyelenggaraan untuk melakukan post delisting, kita wajibkan siapa yang digunakan dapat diminta untuk melakukan pembelian kembali (buyback) menghadapi saham dari investor, pertama perusahaan, kedua, kita cari pengendali,” ujar Nyoman.

Kewajiban buyback saham sebelum delisting ini, tegasnya, merupakan upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga BEI untuk melindungi para penanam modal di tempat bursa modal Indonesia.

“Sekarang, dengan peraturan baru, kita sadar kepentingan penanam modal kita utamakan. Sehingga, ada upaya dari regulator untuk mewajibkan yang tersebut pergi dari secara paksa untuk melakukan buyback saham,” ujar Nyoman.

Sebagai informasi, OJK telah dilakukan merevisi peraturan mengenai buyback saham yang tersebut diatur pada Peraturan OJK (POJK) Nomor 29 Tahun 2023, menggantikan POJK Nomor 30 Tahun 2017.

Penerbitan POJK No. 29/2023 dijalankan untuk meningkatkan kekuatan aspek keterbukaan informasi dan juga pengawasan terhadap pelaksanaan pembelian kembali saham, juga menjamin pemenuhan kewajiban pengalihan saham hasil pembelian kembali oleh perusahaan terbuka.

Dalam kesempatan ini, Nyoman menjelaskan terdapat dua cara proses delisting, yaitu pertama voluntary delisting dimana perusahaan secara sukarela melakukan penghapusan pencatatan saham dari BEI.

Kedua, post delisting yaitu lantaran kondisi tertentu umumnya bukan mampu memenuhi kewajiban, akhirnya perusahaan memutuskan melakukan penghapusan pencatatan saham dari BEI.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *