Belajar dari David Tran, Pengungsi Perang yang dimaksud Punya Harta Simbol Rupiah 15 T

Entrepreneur11 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Tak semua pengungsi dari suatu wilayah hidup melarat ketika tiba pada negeri orang. Salah satu yang mana bernasib baik adalah David Tran.

Tran adalah pengungsi jika Vietnam yang mana datang ke Amerika Serikat untuk mencari suaka. Di sana Tran lantas memulai usaha juga sekarang sukses punya harta US$ 1 miliar atau Rupiah 15 triliun.

Bagaimana kisahnya? 

Pada awalnya, Davin Tran adalah korban dari Perang Vietnam. Dia serta 3.000 orang lain kabur dari Vietnam untuk pergi ke Negeri Paman Sam pada 1978. Dia datang sebagai pengungsi juga berharap pemerintah Amerika Serikat bersedia menampungnya.

Namun, ia tak seperti pengungsi lain yang mana mengandalkan hidup dari bantuan orang. Sebagai bekas entrepreneur sukses, ia lantas ingin memulai bidang usaha di area Paman Sam dari nol. Mengutip Forbes, Tran lantas mengirimkan simpanan emas 2 Kg miliknya sebagai modal usaha.

Dari modal inilah, Tran memilih bidang usaha saus sambal khas Vietnam. Soal usaha ini, Tran memang benar telah familiar. Kala di dalam Vietnam, beliau sama-sama saudara-saudara sudah ada berdagang saus sambal hingga kaya raya.

Jadi, ketika memulai industri pada Los Angeles, Tran telah tahu hal-hal apa cuma yang digunakan harus dilakukannya. Dia cuma butuh waktu dua tahun, tepat pada Januari 1980, untuk menyiapkan kegiatan bisnis hingga berhasil mendirikan merek saus sambal bernama Huy Fong. 

Pada mulanya, Tran memasarkan saus sambal di tempat komunitas Vietnam serta tentu hanya secara langsung laku dalam pasaran. Meski begitu, hal ini tak menghasilkan Tran tinggi hati.

“Saya tahu, setelahnya orang-orang Vietnam bermukim di area sini, dia menginginkan saus pedas untuk mereka… Tapi saya menginginkan sesuatu yang dimaksud bisa saja saya jual untuk lebih banyak dari sekadar orang Vietnam,” katanya terhadap Business Insider. 

Atas dasar inilah ia meluaskan target bursa ke penduduk luas. Tak disangka, saus sambal buatannya laris-manis dalam pasaran. New York Times menyampaikan saus sambalnya sesuai dengan lidah penduduk Negeri Paman Sam serta cocok diterapkan di tempat seluruh kuliner. 

Sejak itulah, beliau mulai mendulang keuntungan. Pada 1987, Tran memindahkan operasional Huy Fong ke gedung yang dimaksud tambahan besar. Lalu satu dekade kemudian, ia membeli pabrik besar untuk produksi ribuan botol saus sambal.

Menariknya, keberhasilan Huy Fong sama sekali tiada melalui iklan, melainkan belaka lewat transaksi jual beli dari mulut ke mulut. Atas dasar inilah, Tran setiap saat menjaga mutu saus sambalnya supaya cara marketing seperti ini tetap memperlihatkan terjaga. 

Selain itu, beliau juga berupaya menjaga harga jual tidak ada terlalu mahal.

“Tujuan saya adalah mencoba menimbulkan saus pedas bagi orang kaya dengan harga jual yang tersebut serupa bagi orang miskin,” katanya. 

Sampai sekarang, Tran masih fokus berjualan. Bahkan, beliau tak hanya saja jual saus sambal khas Vietnam saja, tetapi juga sambal ulek khas di dalam Indonesia. Semuanya berada di tempat bawah bendera Huy Fong. Atas dasar ini, Huy Fong dinobatkan menjadi raja saus sambal di tempat AS, setelahnya Tabasco juga Frank’s RedHot.

Sementara, Tran sendiri pada saat ini disebut Forbes miliki harta US$ 1 miliar atau Simbol Rupiah 15 triliun. Dia pun lantas dinobatkan sebagai bekas pengungsi tersukses dan terkaya dalam Amerika Serikat. 

Artikel Selanjutnya Taipan RI Hal ini Sempat Kuasai Seperempat Wilayah Singapura

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *