BI Bali optimalkan pengawasan KUPVA perkuat inisiatif antipencucian uang

Finansial28 Dilihat

Denpasar – Kantor Perwakilan Bank Tanah Air Provinsi Bali mengoptimalkan pengawasan pada pelaksana Acara Usaha Penukaran Valuta Eksternal Bukan Bank (KUPVA BB) untuk menguatkan kegiatan Anti Pencucian Uang-Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT).

Kepala Perwakilan Bank Negara Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja dalam Denpasar, Senin, mengutarakan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) serta Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (TPPT) berubah menjadi ancaman serius bagi kegiatan ekonomi kemudian keamanan nasional.

"Risiko ini juga berkemungkinan terjadi pada pelaksana KUPVA BB. Oleh sebab itu, kami melakukan beberapa langkah strategis untuk menguatkan penegakan acara APU-PPT di dalam Provinsi Bali," ujarnya.

Diantaranya kerjasama dengan pemerintah daerah, otoritas terkait, dan juga aparat penegak hukum terus direalisasikan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap habitat keuangan yang tersebut lebih besar aman kemudian transparan baik bagi pengurus KUPVA BB maupun konsumen.

"Beberapa strategi yang digunakan direalisasikan antara lain melalui kegiatan sosialisasi juga edukasi yang digunakan berkelanjutan, optimalisasi pengawasan KUPVA BB, dan juga melalui pertukaran data lalu informasi untuk memantau proses yang tersebut mencurigakan," ucap Erwin.

Erwin menambahkan bermacam upaya yang dimaksud membuahkan hasil yakni hasil penilaian TPPU berdasarkan area geografis/provinsi pada SRA (Sectoral Risk Assessment) Bank Nusantara tahun 2021, Provinsi Bali tergolong sebagai wilayah berisiko rendah.

Menurut dia, penegakan hukum terhadap TPPU serta TPPT masih menjadi perhatian dikarenakan peluang terjadinya perbuatan pidana yang disebutkan akan selalu terbuka ke depannya.

"Peran lapangan usaha sangat penting dikarenakan memiliki pemahaman yang dimaksud mendalam tentang kegiatan operasional diantaranya pada mendeteksi pola-pola operasi yang tersebut mencurigakan dengan lebih tinggi efektif," ujarnya.

Beberapa penguatan terhadap pemenuhan APU-PPT pada Provinsi Bali membutuhkan peran berpartisipasi pelaksana jasa keuangan salah satunya pelaku KUPVA BB.

"Penyelenggara KUPVA BB dalam Provinsi Bali secara umum telah terjadi menunjukkan komitmennya untuk terus menggalakkan penerapan APU-PPT seperti misalnya pembuatan SOP internal perusahaan dan juga keikutsertaan pada sosialisasi atau kegiatan yang mana terkait dengan kegiatan APU juga PP," kata Erwin.

Namun demikian hal ini masih diperlukan didorong terus ke depannya mempertimbangkan semakin berkembangnya teknologi, kompleksnya ketentuan serta semakin beragamnya pelanggan serta konsumen yang mana dihadapi oleh penyelenggara.

Selanjutnya, kata Erwin, penyelenggaraan CDD (Customer Due Diligence) lalu EDD (Enhanced Due Diligence). Hal ini mencakup serangkaian permintaan data pengguna baik yang digunakan mudah sampai dengan pendalaman informasinya.

"Kedua hal ini penting bagi pelopor guna mengidentifikasi nasabah/konsumen juga selanjutnya mengidentifikasi kewajaran proses nasabah. Konektivitas data dengan Dukcapil juga harus didorong tambahan lanjut untuk mengoptimalkan penyelenggaraan CDD dan juga EDD oleh penyelenggara," ujarnya.

Erwin menambahkan untuk menguatkan APU-PPT ini Bank Negara Indonesia menggerakkan penyelenggaraan perubahan digital pada rute pengawasan seperti dalam antaranya pemanfaatan regulatory technology (regtech) juga supervisory technology (suptech) yang mengaplikasikan big data, aritificial intelligence kemudian machine learning untuk kegiatan pengawasan.

Di sisi lain, pelopor juga harus menunjukkan komitmennya melalui sikap aktif, terbuka kemudian kooperatif untuk menjalin mengomunikasikan juga kerja serupa demi menjalankan kegiatan APU=PPT yang digunakan sesuai dengan ketentuan.

"Kami terus mengevaluasi lalu memantau pelaksanaan acara APU-PPT oleh KUPVA BB di Provinsi Bali. Harapannya ke depan lapangan usaha KUPVA BB Bali dapat meningkat berubah jadi bidang yang sehat, aman lalu kompetitif," katanya.

 

Artikel ini disadur dari BI Bali optimalkan pengawasan KUPVA perkuat program antipencucian uang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *