BI: Kondisi Keuangan Indonesia meningkat di dalam sedang perlambatan kegiatan ekonomi global

Finansial18 Dilihat

IDN Bisnis Ibukota Indonesia –

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan sektor ekonomi Indonesia triwulan IV-2023 berkembang kuat kemudian meningkat di area berada dalam perlambatan ekonomi global.

 

"Pertumbuhan sektor ekonomi Indonesia tetap saja kuat di dalam berada dalam perlambatan sektor ekonomi global," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono pada Jakarta, Selasa.

 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan kegiatan ekonomi triwulan IV-2023 bertambah sebesar 5,04 persen secara year on year (yoy), naik dibandingkan dengan peningkatan pada triwulan sebelumnya sebesar 4,94 persen (yoy).

 

Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan perekonomian Indonesia secara keseluruhan tahun 2023 tercatat berkembang kuat sebesar 5,05 persen (yoy).

 

Pada 2024, pertumbuhan ekonomi diperkirakan meningkat pada kisaran 4,7-5,5 persen didukung oleh permintaan domestik utamanya berlanjutnya peningkatan konsumsi, termasuk dampak positif penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu), dan juga peningkatan penanaman modal khususnya bangunan sejalan dengan berlanjutnya pembangunan Proyek Penting Nasional (PSN) termasuk Ibu Perkotaan Nusantara (IKN).

 

Sementara itu, Erwin menuturkan kinerja ekspor diproyeksikan belum kuat sebagai dampak kegiatan ekonomi global yang tersebut belum kuat juga nilai tukar komoditas yang mana menurun.

 

Bank Indonesia akan terus menguatkan sinergi stimulus fiskal pemerintah dengan stimulus makroprudensial BI untuk mengupayakan peningkatan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan domestik.

 

Pertumbuhan kegiatan ekonomi yang dimaksud meningkat pada triwulan IV-2023 didukung oleh hampir seluruh komponen produk-produk domestik bruto (PDB).

 

Konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 4,47 persen (yoy) seiring dengan kenaikan mobilitas khususnya pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal serta Tahun Baru, daya beli rakyat yang stabil, dan juga keyakinan konsumen yang meningkat.

 

Konsumsi lembaga nonprofit yang tersebut melayani rumah tangga (LNPRT) bertambah tinggi sebesar 18,11 persen (yoy) didorong peningkatan aktivitas persiapan pemilu. Konsumsi pemerintah meningkat dengan berkembang sebesar 2,81 persen (yoy) didorong oleh belanja barang juga belanja pegawai.

 

Investasi bertambah sebesar 5,02 persen (yoy) teristimewa ditopang oleh pembangunan ekonomi bangunan seiring berlanjutnya pembangunan infrastruktur kemudian meningkatnya aktivitas penyetoran modal.

 

Sementara itu, ekspor meningkat sebesar 1,64 persen (yoy) ditopang oleh permintaan mitra dagang utama yang tersebut tetap saja bertambah positif pada berada dalam penurunan tarif komoditas ekspor unggulan, juga membaiknya ekspor jasa seiring dengan peningkatan jumlah total wisatawan mancanegara.

 

Pertumbuhan kegiatan ekonomi yang digunakan meningkat juga tercermin dari sisi lapangan bidang usaha dan juga spasial. Secara lapangan bisnis (LU), seluruh LU pada triwulan IV-2023 menunjukkan kinerja positif dengan peningkatan yang mana tinggi tercatat pada sektor terkait mobilitas khususnya transportasi serta pergudangan, penyediaan akomodasi kemudian makan minum, dan juga perdagangan besar dan juga eceran.

 

LU sektor pengolahan sebagai kontributor utama perkembangan juga bertambah baik seiring kuatnya permintaan domestik juga global. Sementara itu, secara spasial, peningkatan ekonomi triwulan IV-2023 di area sebagian besar wilayah Indonesia lebih banyak tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya.

 

Pertumbuhan dunia usaha triwulan IV-2023 tertinggi tercatat pada wilayah Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), dihadiri oleh Kalimantan, Jawa, Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), kemudian Sumatera.

 

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *