BI Kalbar menguatkan kolaborasi dengan berbagai pihak cegah naiknya harga

Bisnis47 Dilihat

IDN Bisnis Kita perlu melakukan upaya pencegahan naiknya harga dengan mengedepankan pembaharuan lalu kolaborasi antarberbagai pihak terkait.

Pontianak – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Barat (Kalbar) Nur Asyura Anggini Sari mengungkapkan pihaknya mengambil bagian terlibat pada meningkatkan kekuatan upaya pencegahan pemuaian dengan mengedepankan pembaharuan juga kolaborasi antarberbagai pihak terkait.

"Berdasarkan analisis terhadap tarif komoditas strategis melalui pusat informasi nilai pangan strategis yang digunakan dijalankan oleh Bank Indonesia sampai pada waktu ini menunjukkan tren kenaikan harga, teristimewa pada beras lalu gula pasir, yang digunakan kemudian membentuk tarif baru," kata Nur Asyura, pada Pontianak, Minggu.

Menurutnya, tarif beras pada bulan Februari terakhir mencapai rata-rata Rp15.700 per kg, kemudian gula pasir sebesar Rp17.400 per kg. Selain itu, beberapa komoditas lain seperti cabai rawit, cabai merah, juga telur ayam ras juga mengalami kenaikan harga, namun kembali stabil mendekati perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional.

"Untuk itu, kita perlu melakukan upaya pencegahan kenaikan harga dengan mengedepankan pembaharuan dan juga kolaborasi antarberbagai pihak terkait," kata beliau pula.

Anggini Sari juga memberikan ilustrasi prospek kenaikan harga tahunan Kalbar dengan target 2,5 persen, dengan beberapa risiko yang perlu diwaspadai seperti peningkatan tarif pangan serta energi global akibat ketegangan geopolitik, cuaca ekstrem, serta gangguan pasokan dari luar Kalbar.

Untuk mengatasi hal ini, BI Perwakilan Kalbar mendorong beberapa langkah strategis. Pertama, melalui kegiatan Sistem Pemantauan Harga Pangan (SPHP) juga bantuan pangan dari Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk mitigasi risiko banjir oleh pemerintah area kabupaten/kota, dan juga peningkatan infrastruktur. Kedua, penguatan sinergi antar tempat untuk pengendalian kenaikan harga pangan secara bersama-sama.

Selain itu, isu strategis terkait biaya beras yang dimaksud cenderung naik meskipun Kalbar sebenarnya memiliki surplus produksi menjadi perhatian utama. BI Perwakilan Kalbar memandang pentingnya kolaborasi antardaerah di meyakinkan ketersediaan pasokan beras dari wilayah surplus ke tempat yang tersebut mengalami defisit.

Selain itu, BI juga menawarkan inisiatif proses pengolahan lebih lanjut pangan untuk komoditas-komoditas utama, seperti beras, cabai, bawang, ikan, sawi, rumput laut, juga telur, dengan tujuan memperluas pangsa bursa dan juga meningkatkan daya saing item lokal.

"Melalui kegiatan pengembangan lebih lanjut ini, Bank Indonesia siap bekerja sebanding dengan pelaku usaha di upaya pengendalian naiknya harga dalam Kalimantan Barat," katanya lagi.

Sebagai upaya jangka pendek, BI juga merekomendasikan operasi juga transaksi jual beli pangan murah, juga pemantauan harga jual secara terus-menerus pada pangsa tradisional juga modern.

Sedangkan untuk jangka panjang, BI mendorong implementasi inisiatif bursa penyeimbang, pemangkasan alur distribusi, dan juga peningkatan produksi pangan melalui inisiatif tanam pangan serta intensifikasi budi daya ikan.

"Dengan adanya upaya kolaboratif lalu inovatif yang digunakan dijalankan oleh Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat dengan berbagai pihak terkait, diharapkan dapat menciptakan stabilitas harga jual lalu mengurangi lonjakan pemuaian yang tersebut berdampak pada kesejahteraan rakyat Kalimantan Barat," kata beliau pula.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *