BI Malut temukan uang tiada layak edar sebesar Rp4,5 miliar

Finansial12 Dilihat

Uang tiada layar edar seperti uang lusuh, robek, terbakar yang disebutkan akan segera dimusnahkan pada Kantor Bank Tanah Air Malut

Ternate – Perwakilan Bank Nusantara (BI) Maluku Utara (Malut) berhasil menemukan uang tidaklah layak edar sebesar Rp4,5 miliar dalam provinsi itu yang dihimpun ke wilayah Terdepan, Terluar, Terpencil (3T) pada waktu Ekspedisi Rupiah Berdaulat 25 April-1 Mei 2024.

"Uang tidak ada layar edar seperti uang lusuh, robek, terbakar yang disebutkan akan segera dimusnahkan ke Kantor Bank Indonesi Malut," kata Kepala Pengelolaan Uang Rupiah Bank Negara Indonesia Provinsi Malut, Sulaiman Sandiah pada Ternate, Senin.

Menurut dia, pihaknya menemukan uang tak layak edar itu melalui regu ekspedisi gabungan Bank Indonesi lalu TNI-AL mendistribusikan uang layak edar dalam 5 pulau diantaranya Taliabu, Sanana, Obi, Bacan lalu Batang Dua menggunakan KRI Gulamah-869.

Dirinya menyebut, ketika ekspedisi pasukan juga menemukan perkara penolakan uang logam di lima pulau yang tersebut disinggahi, akan tetapi, regu mengambil langkah preventif dengan mengedukasi kembali masyarakat juga para tukang jualan di dalam pulau-pulau itu.

"Masyarakat serta tukang jualan kami edukasi agar dapat menggunakan uang logam pada proses pembayaran sehari-hari. Selain itu, uang logam juga dapat disimpan sebagai tabungan," katanya.

Sementara itu, ditanya terkait laporan peredaran uang diduga palsu dalam tempat 3T itu, Sulaiman mengaku belum ada pengaduan oleh timnya.

Kendati demikian, pihaknya terus mengedukasi penduduk pentingnya mengenali ciri rupiah permanen dilakukan. Hal yang disebutkan agar menyebabkan penduduk mandiri serta dapat mengenali ciri-ciri keaslian uang rupiah.

"Tim ekspedisi rupiah berdaulat atau ERB juga melakukan edukasi untuk warga setempat agar berhati-hati terhadap peredaran uang palsu. Cara paling simpel yaitu dengan mengenali ciri-ciri keaslian uang rupiah dengan baik", kata dia, menjelaskan.

Dia menambahkan, pada penyelenggaraan ERB ke tempat 3T masih terdapat beberapa jumlah kendala.

Di antaranya, komponen cuaca pelayaran, sarana dermaga di Batang Dua, kesiapan status anggota grup on board di dalam kapal. Dan waktu kegiatan ke tiap pulau yang dimaksud terbatas.

"Namun resiko dari kendala-kendala itu dapat mitigasi dengan melakukan persiapan lalu koordinasi dengan para pihak sebagai mitra koordinasi di dalam setiap tempat terlaksana dengan baik," kata Sulaiman.

Artikel ini disadur dari BI Malut temukan uang tidak layak edar sebesar Rp4,5 miliar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *