BP Batam Bangun 4 Rumah Contoh Rempang Eco-City, Anggaran Simbol Rupiah 4 Miliar

Bisnis29 Dilihat

IDN Bisnis Batam – BP Batam melaksanakan peletakan batu pertama untuk perkembangan rumah contoh Rempang Eco-City, pada berada dalam penolakan warga, di area Tanjung Banon, Rabu, 10 Januari 2024.

Pengamatan Tempo dalam kawasan ini telah dijalankan pematangan lahan untuk konstruksi empat rumah contoh itu. Awalnya peletakan batu pertama itu pada lokasi rumah, namun sebab hujan acara dipindahkan di tempat bawah tenda.

“Rumah ini kita rencanakan selesai pada waktu 2,5 bulan,” kata Kepala BP Batam Muhammad Rudi terhadap awak media usai peletakan batu pertama rumah contoh tersebut, Rabu. 

Dalam sambutannya Rudi mengungkapkan rumah contoh yang disebutkan akan dibangun sebanyak 4 unit dengan luas maksimal 500 m2. Menurut dia, BP Batam juga akan merancang prasarana umum untuk keperluan penduduk yang digunakan digeser nantinya. “Kalau ini terwujud, kalau ada transformasi (relokasi warga terdampak) ini bisa jadi jadi contoh,” katanya.

Direncanakan pasca rumah contoh ini nanti akan dibangun 961 unit rumah lainnya tidaklah sangat jauh dari lokasi rumah contoh. Namun lahannya masih pada proses pengurusan.

Sebanyak 961 rumah itu khusus untuk warga terdampak perkembangan Rempang Eco-city tahap awal pada lahan 2300 hektar yang dimaksud terdapat di area lima kampung Sembulang Hulu, Sembulang Tanjung, Pasir Panjang, Blongkeng, serta Pasir Merah. “Pembangunan 961 rumah itu satu tahun ini baru selesai (2024),” kata Rudi.

Pembangunan keseluruhan rumah relokasi ini kata Rudi menggunakan anggaran APBN PUPR dan juga BP Batam. Dalam plang pengumuman penyelenggaraan rumah contoh akan dijalankan oleh CV Laksamana Putra Riau dengan anggaran tertera Rp4 miliar lebih.

Anggaran yang disebutkan tak belaka untuk konstruksi rumah, tetapi juga clearing, lalu juga cut and fill. “Status lahan rumah contoh ini telah APL (area pengelolaan lain),” kata dia.

Ia juga mengungkapkan rumah contoh akan dibangun anggaran Simbol Rupiah 4 miliar berasal dari anggaran BP Batam. Sedangkan 961 rumah lainnya nanti akan dibangun menggunakan anggaran PUPR.

Ia juga mengungkapkan status lahan yang mana masih menggantung yaitu status lahan 2.300 hektar yang akan dibangun lapangan usaha pabrik kaca lalu Tower Rempang Eco-city, dari kawasan HPK lalu HPL menjadi APL. “Sekitar 3 sampai 4 tahun ke depan semoga lapangan usaha ini terbangun, sehingga penyerapan tenaga kerja banyak ribu orang dapat terlaksana,” katanya.

Selanjutnya: Warga menolak rumah contoh
  • 1
  • 2
  • Selanjutnya

Temukan artikel bisnis terbaru lainnya di IDN Bisnis. Update informasi seputar ekonomi dan bisnis di Indonesia dan menyajikannya untuk Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *