BRI Bukukan Laba Rp15,98 Triliun, Fokus Tantangan Domestik Melalui Pemberdayaan UMKM

Finansial27 Dilihat

Apabila dirinci, seluruh segmen pinjaman BRI tercatat berkembang positif, segmen mikro tercatat bertambah 10,51% yoy bermetamorfosis menjadi Rp622,61 triliun, segmen konsumer bertambah 11,62% yoy berubah menjadi Rp193,96 triliun, segmen kecil kemudian menengah berkembang 8,06% yoy berubah menjadi Rp272,85 triliun juga segmen korporasi meningkat 15,10% yoy berubah jadi Rp219,24 triliun.

Meskipun mampu mengupayakan penyaluran kredit berkembang double digit, nyatanya Perseroan permanen mampu menyimpan kualitas kredit yang dimaksud disalurkannya. Hingga akhir Triwulan I 2024 tercatat rasio Non Performing Loan (NPL) BRI terkendali dikisaran 3,11% dengan rasio Loan at Risk (LAR) yang dimaksud membaik, dari 16,39% di akhir Triwulan I 2023 berubah menjadi 12,70% pada akhir Triwulan I 2024.

“Sebagai bank dengan portofolio terbesar ke segmen UMKM, NPL dalam kisaran 3% yang disebutkan merupakan bukti nyata bahwa BRI mampu melindungi kualitas kreditnya dengan baik melalui penerapan prinsip-prinsip risk management yang prudent,” imbuh Sunarso.

Dari sisi liabilities, perseroan mampu menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.416,21 triliun atau bertambah 12,80% yoy hingga akhir Maret 2024. Dana terjangkau (CASA atau Current Account Savings Account) masih mendominasi portofolio simpanan dengan pertumbuhan 7,80% secara yoy. Pertumbuhan CASA ini tak lepas dari aspirasi BRI untuk melakukan perubahan struktural liabilitas melalui penguatan basis pendanaan dengan fokus pada low-cost funding dari CASA yang dimaksud lebih lanjut stabil serta berkelanjutan.

Di sedang ketatnya likuiditas perbankan nasional sebagai dampak dari era suku bunga tinggi, BRI berhasil melindungi rasio likuiditas pada level yang memadai, dimana tercatat LDR (Loan to Deposit Ratio) Bank pada akhir Maret 2024 tercatat sebesar 83,28%. Dari sisi permodalan, BRI juga mampu menjaga rasio permodalan yang kuat dengan CAR (Capital Adequacy Ratio) sebesar 23,97%. Dengan situasi likuiditas juga permodalan yang tersebut memadai tersebut, perseroan masih mempunyai ruang untuk berkembang lebih lanjut baik.

Sementara itu, pendapatan non bunga/Fee Based Income (FBI) yang dimaksud meningkat 6,92% yoy bermetamorfosis menjadi salah satu unsur pendorong peningkatan laba BRI.

Salah satu penopang kinerja Fee Based Income BRI yang disebutkan tak lepas dari partisipasi super apps BRImo, dimana hingga akhir Maret 2024 tercatat BRImo sudah memiliki 33,5 jt user atau meningkat 30,3% secara yoy. “Dalam 3 bulan, BRImo berhasil memproses 969 jt kegiatan finansial dengan besar kegiatan mencapai Rp1.251 triliun atau meningkat 41,8% yoy,” ujar Sunarso.

Keberadaan AgenBRILink pun juga berkontribusi besar terhadap kinerja Fee Based Income BRI. Dimana sepanjang Januari – Maret 2024 agen agen yang dimaksud berhasil mencatatkan 285 jt operasi finansial dengan jumlah proses mencapai Rp370 triliun juga menyumbangkan Fee Based Income bagi BRI senilai Rp395 miliar. Hingga akhir Maret 2024, BRI sendiri telah terjadi miliki 796.836 agen yang tersebut tersebar di dalam 61.122 desa diseluruh pelosok Indonesia.

Dari sisi operasional, perseroan mampu untuk terus meningkatkan efisiensi operasionalnya. Hal yang dimaksud tercermin dari rasio Cost to Income Ratio (CIR) yang digunakan terus membaik. CIR BRI pada akhir Maret 2024 tercatat 37,43% atau lebih besar baik dibandingkan CIR pada akhir Maret 2023 yang digunakan sebesar 41,83%.Penurunan CIR menunjukkan bahwa BRI berhasil menjalankan biaya dengan efektif kemudian efisien pada men-generate revenue, imbuhnya.

“Dengan pijakan kinerja yang dimaksud positif pada tiga bulan pertama tahun 2024 ini, BRI optimis dapat terus berkembang secara berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip-prinsip prudential banking, juga risk management yang baik pada berada dalam dinamika situasi perekonomian juga geopolitik global yang digunakan diperlukan dicermati. BRI akan lebih tinggi fokus merespon tantangan domestik, khususnya melalui pemberdayaan UMKM,” pungkas Sunarso.



Artikel ini disadur dari BRI Bukukan Laba Rp15,98 Triliun, Fokus Tantangan Domestik Melalui Pemberdayaan UMKM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *