BSI juga MES luncurkan Rencana Deposito Wakaf untuk Pekerja Informal

Finansial67 Dilihat

Sinergi BSI kemudian MES ini merupakan upaya sama-sama menguatkan biosfer ZISWAF (zakat, infak, sedekah, & wakaf) melalui inisiasi produk-produk deposito wakaf

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesi Tbk (BSI) juga Komunitas Perekonomian Syariah (MES) meluncurkan Inisiatif Cash Wakaf Linked Deposito dengan nomor seri CWLD LW-MES.BSI.03.Pekerja Informal pada BSI International Expo 2024 dalam Ibukota Indonesia Convention Center, Minggu.

Acara yang digunakan dijalankan bekerja mirip dengan Badan Penyelenggara Garansi Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) ini berusaha mencapai pengumpulan dana wakaf Rp10 miliar dengan sasaran seribu pekerjaan informal yang digunakan membutuhkan, juga akan dikelola melalui instrumen Deposito Mudharabah Mutlaqah dengan tenor satu tahun.

Masa penawaran kegiatan berlangsung dari 20 Juni hingga 30 September 2024.

“Kolaborasi BSI lalu MES ini merupakan salah satu upaya bersatu untuk meningkatkan kekuatan biosfer ZISWAF (zakat, infak, sedekah, & wakaf) melalui inisiasi hasil deposito wakaf,” ungkap Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna pada keterangan resmi di dalam Jakarta, Minggu.

Nasabah yang dimaksud tertarik untuk membeli produk-produk deposito wakaf disebut dapat melakukan pembelian ke seluruh gerai BSI akibat inisiatif ini tidak sekedar proyek percontohan, namun akan terus dikembangkan.

Dengan begitu, diharapkan dapat bermetamorfosis menjadi solusi nyata yang tersebut besar dan juga masif sebagai jaminan sosial para pekerja informal.

“Melalui penguatan sistem ekologi ZISWAF dengan item deposito wakaf ini, diharapkan dapat memacu kesejahteraan juga peningkatan kualitas hidup bagi kaum dhuafa,” ujarnya.

Pengurus Pusat MES Siti Ma’rifah menyampaikan bahwa pihaknya bekerja identik dengan BSI dikarenakan mengamati masih adanya kesenjangan yang mana dirasakan pekerja informal pada menghadapi ketidakpastian pendapatan kemudian tingginya risiko finansial.

“Melalui kegiatan ini, pekerja informal dapat terlindungi melawan resiko kecelakaan kerja serta kematian. Perlindungan dimulai pada waktu berangkat kerja, ketika kerja, pulang kerja, maupun pada waktu perjalanan dinas,” jelasnya.

Rencana ini diharapkan bisa saja memberikan pengamanan finansial bagi pekerja informal yang dimaksud berpenghasilan tak menentu, dan juga meningkatkan partisipasi bergerak penduduk di rangka menguatkan nilai-nilai kebersamaan, perhatian sosial, juga kesejahteraan.

“Lembaga wakaf MES berupaya untuk bukan hanya sekali mengamankan aset wakaf, tetapi juga memverifikasi bahwa dana yang dimaksud memberikan kegunaan yang mana berkelanjutan lalu nyata bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang tersebut bekerja di dalam sektor informal,” ucap Siti.

Artikel ini disadur dari BSI dan MES luncurkan Program Deposito Wakaf untuk Pekerja Informal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *