Bulog: Bansos pangan terbukti empiris kendalikan nilai tukar beras

Finansial60 Dilihat

IDN Bisnis (Harga) beras jadi stabil, tidaklah bergejolak harganya. Mungkin masih tinggi tetapi tidaklah bergejolak masih di dalam bilangan bulat yang tersebut stabil. Berfaedah itu terbukti, secara empiris terbukti,

Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menyatakan bahwa kegiatan bantuan sosial (bansos) pangan beras 10 kilogram terbukti secara empiris mampu mengendalikan nilai beras di dalam pangsa domestik.

“(Harga) beras jadi stabil, bukan bergejolak harganya. Mungkin masih tinggi tetapi tiada bergejolak masih di dalam bilangan yang digunakan stabil. Berfaedah itu terbukti, secara empiris terbukti,” kata Bayu di keterangan pada Jakarta, Kamis.

Menurut dia, bansos pangan beras merupakan salah satu instrumen penting yang tersebut digunakan pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai pangan, teristimewa beras, yang mana merupakan komoditas vital bagi keberlangsungan hidup warga Indonesia.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan yang disebutkan memberikan bantuan secara langsung untuk kelompok rentan agar dapat memenuhi permintaan pangan dasar mereka.

“Manfaat kedua yang digunakan diperoleh dari bantuan pangan yaitu sebanyak 22 jt KPM (keluarga penerima manfaat) beliau punya beras 10 kg di dalam rumahnya setiap bulan, paling enggak tiga bulan atau enam bulan, jadi itu aman,” ucap Bayu,

Meski tiada dan juga merta mampu menurunkan biaya beras di tempat pasaran, namun Bulog menegaskan bahwa dengan  bantuan pangan yang tersebut diberikan pemerintah melalui Bulog, dapat menjaga stabilitas nilai agar tidaklah bergejolak.

pemerintahan melalui Perum Bulog kembali menyalurkan bantuan pangan beras terhadap KPM setelah sempat dihentikan sementara pada 8-14 Februari 2024, sebagai upaya menghindari politisasi terhadap inisiatif yang dimaksud selama masa tenang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

"Pagi ini kita mulai lagi penyaluran bantuan pangan (beras) 10 kg ke penduduk yang digunakan dilaksanakan di dalam Kantor Pos Sukasari, Bogor, yang mana kebetulan jaraknya kurang lebih besar 2 kilometer dari rumah saya,” kata Bayu.

Bayu memantau dengan segera penyaluran bantuan beras di area Kantor Pos Sukasari, Perkotaan Bogor, Jawa Barat. Bantuan pangan beras yang disalurkan di tempat wilayah yang disebutkan sebanyak 14.160 kilogram.

Dia menyampaikan bahwa khusus hari ini pelaksanaannya dibagikan melalui Kantor Pos akibat sebagian kelurahan tempat penyaluran bantuan pangan masih menangani kotak-kotak kata-kata pasca pemilu.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengungkapkan bantuan sosial (bansos) pangan beras yang diberikan pemerintah untuk publik membantu di pengendalian nilai beras di tempat pasar.

"Tidak ada hubungannya sejenis sekali (kenaikan harga jual beras) dengan bantuan beras. Karena justru ini (bansos pangan) yang dimaksud sanggup mengendalikan, oleh sebab itu suplainya lewat bansos ke masyarakat," kata Presiden Jokowi seusai meninjau stok beras pada Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Kamis (15/2).

Menurut Presiden, bansos pangan yang digunakan diberikan pemerintah memenuhi keperluan beras di tempat masyarakat, sehingga menahan atau membantu mengendalikan harga jual beras agar tiada naik.

"Sehingga justru itu menahan nilai tukar bukan naik, kalau nggak justru malah melompat. Hal ini rumus suplai juga demand. Suplainya diberikan kemudian terdistribusi dengan baik, otomatis nilai terkendali," jelasnya.

 

 

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *