Bunga Deposito Sektor Keuangan Siap Naik Mengikuti Suku Bunga Acuan?

Finansial21 Dilihat

Bank Negara Indonesia (BI) akhirnya memutuskan untuk meningkatkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin ke level 6,25%. Kenaikan suku bunga acuan BI dinilai akan memengaruhi kinerja perbankan ke Tanah Air. Sejalan dengan hal tersebut, beberapa perbankan akan melakukan ancang-ancang untuk melakukan penyesuaian suku bunga dalam tahun ini.

Direktur PT Bank Oke Nusantara Tbk (DNAR) Efdinal Alamsyah menilai, secara historical kenaikan suku bunga acuan, biasanya lebih tinggi cepat dihadiri oleh oleh kenaikan suku bunga DPK, khususnya deposito.

“Akan tetapi suku bunga kredit tidak ada akan dan juga merta mengalami kenaikan, sebab penyesuaian suku bunga kredit juga tergantung komponen faktor lainnya,” ujar Efdinal terhadap kontan.co.id.

Saat ini bunga deposito yang digunakan ditawarkan OK Bank berada ke kisaran 4,50% hingga 5,00%. 

Adapun SVP Retail Deposito Products and Solution Bank Mandiri Evi Dempowati menyampaikan, dengan kenaikan suku bunga acuan tentunya menjadi pertimbangan bagi perbankan untuk melakukan penyesuaian suku bunga deposito.

“Selain mempertimbangkan tren kenaikan bunga acuan BI kemudian dolarUSD, Bank Mandiri juga senantiasa mengamati tren perkembangan suku bunga pada lingkungan ekonomi lalu keadaan likuiditas perbankan pada penentuan suku bunga yang tersebut akan ditawarkan,” ujar Evi.

Evi menerangkan, bahwa pada waktu ini bunga deposito Bank Mandiri baik rupiah serta valas masih stabil, dengan imbal hasil  Deposito bervariasi sesuai jangka waktu hingga 2,5% per tahun untuk IDR lalu untuk Deposito Valas Simbol Dolar hingga 1,75% per tahun.

“Kenaikan BI Rate akan mempengaruhi perekonomian perbankan pada Indonesia, untuk itu tentunya kami akan me-review kembali target-target yang telah dilakukan ditetapkan perseroan agar penghimpunan DPK masih inline dengan penyaluran kredit,” jelasnya.

Sementara Direktur Distribution and Funding BTN Jasmin mengatakan, bunga ke BTN pada waktu ini sudah ada tinggi sehingga kenaikan suku bunga acuan BI menjadi 6,25% telah ter-absorb suku bunga existing.

“Kami fokus ke pelanggan NTB (New To Bank), untuk menguatkan likuiditas fokus ke CASA. Target Dana Pihak Ketiga (DPK) juga masih sebanding belum akan direvisi. BTN berusaha mencapai peningkatan DPK 9%-10% di dalam 2024,” jelas Jasmin.

Menurutnya, dengan kenaikan suku bunga BI, strategi penghimpunan DPK rekomposisi-nya untuk retail dan commercial, mesti lebih banyak besar porsinya.

Jika dilihat dari portal resminya, BTN menerapkan suku bunga deposito rupiah yang dimaksud bervariasi mulai dari 2,35% hingga 3,40%.

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto menilai, terkait kenaikan bunga acuan,  perbankan pun mau tidaklah mau melakukan penyesuaian oleh sebab itu mengawasi eskalasi dari geopolitik yang digunakan juga memproduksi rupiah melemah menghasilkan ketidakpastian tinggi ke global. 

“Mau tak mau perbankan cenderung untuk lebih besar cepat menyesuaikan dengan menaikan suku bunga kredit juga depositonya,” kata Eko.

Eko menyebut, apabila kemudian suku bunga perbankan naik maka segmen kredit yang mana bunganya akan naik tinggi, lebih besar ke kredit konsumer dibandingkan dengan KPR lalu yang lainnya kendati menurut Eko balik lagi tergantung situasi strategi per individu bank, tapi relatif kredit konsumsi yang akan melakukan penyesuaian lebih lanjut cepat.

Di sisi lain, dengan kenaikan BI rate dinilai akan meningkatkan biaya dana, lalu diperkirakan laju kredit perbankan di 2024 juga bukan akan sampai 10% akibat sifat dari kenaikan BI Rate ini memberikan deskripsi ke depan bahwa suku bunga kredit akan sulit turun dengan kenaikan BI Rate ini.



Artikel ini disadur dari Bunga Deposito Perbankan Siap Naik Mengikuti Suku Bunga Acuan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *