Cek fakta, pemerintah akui dana Tapera digunakan untuk menutupi defisit APBN

Market15 Dilihat

Ibukota (ANTARA/JACX) – Peraturan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang digunakan telah dilakukan ada sejak 2020 kembali berubah jadi sorotan dan juga menuai kontroversi di beberapa waktu terakhir. 

Sebuah unggahan di dalam Instagram menarasikan otoritas resmi mengakui bahwa dana Tapera digunakan untuk menutupi defisit APBN.

Berikut narasi di unggahan tersebut:

“Pemerintah akhirnya Akui, DANA Tapera Akan ‘DIPINJAM’ Negara untuk Menutup Defisit APBN”

Namun, benarkah pemerintah akui dana Tapera digunakan untuk menutupi deficit APBN?

 

Unggahan yang tersebut menarasikan pemerintah akui dana Tapera digunakan untuk menutupi defisit APBN. Faktanya, Direktur Sistem Manajemen Pengembangan Usaha DJPb menyebutkan dana Tapera tak akan digunakan untuk belanja pemerintah di APBN. (Instagram)

Penjelasan:

Direktur Sistem Manajemen Penanaman Modal Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Saiful Islam menyebutkan dana tabungan perumahan rakyat (Tapera) bukan akan digunakan untuk belanja pemerintah di Anggaran Pendapatan dan juga Belanja Negara (APBN).

“Dana simpanan Tapera itu bukan digunakan untuk kegiatan pemerintahan kemudian tiada masuk ke pada postur APBN,” kata Saiful, dilansir dari ANTARA.

Dana Tapera berbasis pada akun individual (individual account) di bank kustodian per peserta, sehingga mampu diketahui riwayat dana dari per individu peserta.

Saiful menegaskan dana Tapera dikelola ke instrumen penanaman modal oleh manajer pembangunan ekonomi profesional serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara reguler.

Kementerian Pekerjaan Umum kemudian Perumahan Rakyat (PUPR) menyampaikan bahwa dana yang dimaksud terkumpul melalui program Tapera merupakan pembangunan ekonomi agar warga dapat tetap menikmati bunga KPR yang rendah, yakni 5 persen.

Direktur Jenderal Pendanaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan juga Perumahan Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna menyampaikan bahwa nantinya partisipan kegiatan Tapera dapat mengajukan KPR dengan bunga 5 persen, lebih besar rendah daripada bunga ke pasaran yang digunakan mencapai 11 persen.

Menurut dia, semakin banyak anggota kegiatan tersebut, maka semakin cepat pula dana abadi pembelian rumah itu akan terbentuk dan juga semakin sejumlah masyarakat yang dimaksud dapat terlayani.

Herry menyatakan bahwa nantinya iuran yang tersebut terkumpul dari BP Tapera yang dimaksud akan digabungkan dengan dana Fasilitas Likuiditas Biaya Perumahan (FLPP) dari APBN.

“Jadi hari ini memang benar terpisah, ada FLPP, ada BP Tapera. Nah ke depannya, dapat digabung, sehingga ini jadi blended gabungan dari keduanya. Nah dengan cara ini akan lebih besar sejumlah lagi yang digunakan dapat diperoleh, kira-kira begitu konsepnya gotong royong,” ujarnya, dilansir dari ANTARA.

Cek fakta: Menteri PUPR sekaligus Ketua Komite Tapera Basuki Hadimuljono mundur dari kabinet, benarkah?

Cek fakta: Tapera digunakan untuk kegiatan makan siang gratis serta Pembangunan IKN, benarkah?

Baca juga: Menkeu: APBN salurkan Rp6 triliun untuk pembiayaan rumah

Artikel ini disadur dari Cek fakta, pemerintah akui dana Tapera digunakan untuk menutupi defisit APBN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *