Cerita dalam Balik Makan Siang Gratis, Strategi Marketing Penjual Miras

Entrepreneur19 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Pembahasan inisiatif makan siang gratis mencuat. Hal ini usai calon presiden (capres) Prabowo Subianto menjadikannya sebagai acara strategis.

Tentu hanya inisiatif ini menuai pro dan juga kontra. Namun terlepas dari itu, ada cerita menarik bagaimana inisiatif makan siang gratis ini dikenal pertama kali di dalam dunia.

Apa itu?

Secara historis, kegiatan makan siang gratis bermula di tempat Amerika Serikat (AS). Akan tetapi, acara ini bukanlah bermula dari kebijakan pemerintah, melainkan oleh pihak swasta.

Mengejutkan sebab pencetusnya adalah tempat bar atau klub minuman beralkohol. Orang yang mana pertama kali menciptakan gagasan makan siang gratis adalah Joseph Chesterfield Mackin.

Pada 1871, Mackin menyebabkan gagasan itu tidak sebab kelebihan uang atau dermawan, tetapi sebagai upaya agar minuman keras. Itu agar hidangan utama di dalam barnya, mampu laku terjual.

Intinya, Mackin ingin orang-orang membeli minuman keras dengan iming-iming diberi makan siang gratis. Dia percaya, cara ini dapat menciptakan usahanya cuan karena sebelumnya selalu rugi. 

Sebagaimana dipaparkan The Saloon: Public Drinking in Chicago and Boston, 1880-1920 (1983), Mackin berupaya memberi makan siang gratis, yakni tiram panas, terhadap setiap pengunjung yang dimaksud membeli satu minuman keras. Terkadang, tak cuma tiram saja, tetapi juga potongan daging, telur rebus serta keju.

Tak disangka, cara ini kemudian memproduksi pelanggan minuman keras meningkat sehingga Mackin bisa saja untung. Langkah ini lantas diadopsi oleh sejumlah bar-bar lain.

Sekitar tahun 1870-an, mengutip arsip New York Times, mulai sejumlah bar menyediakan makan siang gratis terhadap pengunjung. Jadi untuk bisa saja mencicipi makan siang gratis, para pengunjung harus membeli minuman keras terlebih dahulu.

Menariknya, minuman keras ini tidak belaka untuk melegakan dahaga. Tetapi juga sebagai penawar melawan rasa makanan yang dimaksud kurang enak.

Dalam Drinking in America: A History (1982) dijelaskan, biasanya pemilik bar dengan sengaja menyajikan makanan gratis yang dimaksud dengan kurang garam. Tujuannya agar pengunjung sanggup menebus kekurangan yang digunakan ada dengan membeli minuman keras lebih lanjut banyak.

Tentu saja, semua ini menambah pundi-pundi pemilik bar. Dan, begitu pula publik bisa jadi kenyang.

Meski begitu, di area sisi lain strategi makan siang gratis mengakibatkan polemik. Pada 1874, kelompok Pertarakan mengumumkan acara ini serupa hanya membuka pintu kematian. Sebab, orang-orang jadi lebih tinggi banyak mengonsumsi minuman keras yang berbahaya bagi kesehatan.

Selain itu, inisiatif ini juga menghasilkan jumlah total pengangguran kemudian tunawisma pada banyak kota meningkat. Alhasil, pada akhir abad ke-19, mulai banyak kota yang digunakan melarang inisiatif makan siang gratis di area bar.

Meski ada pelarangan di dalam bar, acara makan siang gratis rupaya diadopsi di area sekolah-sekolah. Dari sanalah hingga kini, inisiatif itu terus menerus dilaksanakan dalam AS.

Mengutip Time, Philadelphia dan juga Boston menjadi dua kota pertama di tempat Negeri Paman Sam yang digunakan menerapkan makan siang gratis di dalam sekolah sejak penghujung abad ke-19. Penggagasnya adalah NGO, Women’s Educational and Industrial Union lalu the Starr Center Association.

Sejak diterapkan, makan siang gratis berdampak positif. Time mengumumkan kegiatan ini tak hanya sekali terbukti berdampak pada perkembangan anak, tetapi juga sukses mengajarkan anak kebiasaan makan yang digunakan sehat lalu bijak.

Atas dasar inilah, seiring mulai diterapkan wajib belajar, program makan siang gratis meluas usai pemerintah Negeri Paman Sam memegang kendali penuh operasional. Pada 1941, pemerintah mewajibkan seluruh sekolah menyediakan makan siang gratis.

Sebagai realisasi, pemerintah membeli kelebihan hasil panen petani untuk menghindari kerugian juga memperkerjakan perempuan untuk memasak. Cara ini terbukti efektif bagi petani, perempuan, dan juga anak-anak.

Program ini lantas disahkan lebih besar lanjut di dalam National School Lunch Act 1946.

Lewat aturan tersebut, kegiatan makan siang gratis terus berlanjut sampai sekarang. Sekalipun di dalam sisi lain juga menyebabkan polemik, sebagai inovasi mutu gizi, dampak obesitas, serta persoalan keterbatasan anggaran.

Sebenarnya, pada Georgia Encyclopedia tertulis pula bagaimana makan siang gratis pertama kali muncul di area Eropa pada akhir abad ke-19. Inggris dan juga Jerman jadi dua negara pertama yang mana melakukannya.

Artikel Selanjutnya Pengen Belajar Jadi Pemimpin Dunia, Cek Lingkungan Hal ini

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *