Cerita Soekarno Selamatkan Masjid Terbesar di dalam Eropa dari Kehancuran

Syariah63 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Presiden Soekarno rupanya pernah menyelamatkan salah satu masjid di area Uni Soviet (kini Rusia) dari ambang kehancuran. Kisah ini terjadi ketika beliau melakukan kunjungan kenegaraan pada tahun 1956.

Saat itu, Soekarno pergi ke Uni Soviet juga mengunjungi kota Leningrad (Kini St. Petersburg). Dalam perjalanan, mata Soekarno teralihkan ketika meninjau bangunan biru berkubah dari kejauhan. Sebagai orang Muslim, ia secara langsung terpikir bangunan yang disebutkan adalah masjid yang dimaksud sangat besar.

“Masjid itu mampu menampung lebih banyak dari 3.000 Muslim untuk bersembahyang berjamaah,” pikir Soekarno, diambil dari Sahabat lama, era baru: 60 tahun pasang surut hubungan Indonesia-Rusia (2010) karya Tomi Lebang.

Dia pun bergegas mengunjungi bangunan itu. Tak disangka, bangunan yang tersebut dikiranya sebagai masjid ternyata adalah gudang. Setelah diselidiki, gudang yang disebutkan memang sebenarnya awalnya sebuah masjid. eksekutif Uni Soviet memang benar banyak mengubah masjid kemudian gereja menjadi gudang persenjataan dalam era Perang Bumi II, sehingga membuatnya kumuh kemudian tak terawat.

Melihat kondisi demikian, hati Soekarno teriris. Dia berniat ingin mengubah peruntukan bangunan itu menjadi masjid seperti awal fungsinya. Terlebih, masjid itu merupakan bangunan bersejarah.

Sebagai catatan, masjid yang disebutkan pertama kali dibangun tahun 1910 kemudian menjadi tempat ibadah utama 8.000 Muslim pada Leningrad. Bahkan, masjid itu sempat jadi masjid terbesar di dalam Eropa yang dimaksud berdiri megah lengkap dengan kubah besar juga menara kembar. Singkatnya, masjid itu jadi bukti eksistensi Islam di area negara komunis itu. 

Alhasil, beberapa hari kemudian ia mengutarakan niatnya itu pada waktu bertemu pemimpin Soviet, Nikita Kruschev. Dia bercerita banyak terkait temuan ihwal masjid yang tersebut diubah jadi gudang juga tak terawat itu. Sebagai pribadi sahabat, Kruschev mendengarkan curhatan Soekarno itu dengan seksama. Hingga akhirnya, muncul permintaan khusus dari presiden ke-1 Indonesia itu.

“Soekarno meminta-minta masjid ini dikembalikan sesuai fungsinya. Hanya 10 hari pasca kunjungan Presiden Soekarno, bangunan ini kembali jadi masjid,” kata Imam Masjid, Zhapar N. Panchaev.

Berkat curhatan Soekarno, masjid itu kembali jadi terawat lalu berfungsi sebagai tempat ibadah umat Muslim pada Leningrad. Sampai sekarang, masjid itu masih eksis berdiri dengan nama Blue Mosque, sesuai kubahnya yang mana berwarna biru.

Masyarakat banyak yang dimaksud menyebutnya sebagai Masjid Soekarno sebagai bentuk apresiasi terhadap proklamator Indonesia itu. Pasalnya, jikalau tak ada Soekarno barangkali masjid itu tak lagi berdiri kemudian disaksikan berbagai orang sampai sekarang.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *