Danamas Temukan Beberapa Kasus Pinjol Ilegal Mengatasnamakan Organisasi

Finansial61 Dilihat

IDN Bisnis JAKARTA. Fintech peer to peer (P2P) lending PT Pasar Dana Pinjaman (Danamas) menilai keberadaan pinjaman online (pinjol) ilegal menjadi tantangan besar bagi lapangan usaha fintech peer to peer (P2P) lending. Bahkan, Danamas mengumumkan sudah ada beberapa kali menemukan persoalan hukum pinjol ilegal yang dimaksud mengatasnamakan perusahaan.

Head of Marketing Danamas Gian Carlo Binti mengungkapkan pinjol ilegal berdampak pada merusak citra sektor fintech P2P lending juga kepercayaan konsumen.

“Kami juga harus mengakui bahwa Danamas telah lama menghadapi beberapa kasus, yang digunakan mana pihak-pihak tak bertanggung jawab menggunakan nama perusahaan kami pada kegiatan pinjol ilegal. Hal itu tak hanya sekali menyebabkan kebingungan di area kalangan masyarakat, tetapi juga berpotensi merusak reputasi kemudian kepercayaan yang tersebut telah terjadi kami bangun selama ini,” ucapnya terhadap Kontan, hari terakhir pekan (16/2).

Gian menerangkan Danamas telah lama meningkatkan upaya pada memonitor juga mengidentifikasi kasus-kasus kecurangan yang tersebut mengatasnamakan perusahaan. Salah satu upayanya, yakni menguatkan kerja sebanding dengan aparat penegak hukum serta regulator untuk melacak dan juga menindak pelaku-pelaku tersebut. 

Dia pun mengatakan perusahaan terus memantau kemudian mengevaluasi dampak ke depannya terhadap kinerja perusahaan.

Untuk meminimalisir juga mengantisipasi dampak negatif pinjol ilegal, Gian menyampaikan Danamas juga sudah pernah mengimplementasikan beberapa strategi. Antara lain, meningkatkan keamanan data juga privasi pelanggan, dan juga penyebaran informasi juga edukasi tentang pinjaman online atau fintech lending yang aman dan juga bertanggung jawab.

Asal tahu saja, Satgas PASTI sudah memblokir 233 entitas pinjaman online (pinjol) ilegal dalam sebagian website maupun aplikasi. Selain itu, juga ada 78 konten penawaran pinjaman pribadi (pinpri), yang mana berpotensi merugikan penduduk dan juga melanggar ketentuan penyebaran data pribadi. Secara total, pemblokiran penawaran pinjaman, baik pinjol ilegal maupun pinpri mencapai 311.

Adapun sejak 2017 hingga 31 Januari 2024, Satgas telah lama menghentikan 8.460 entitas keuangan ilegal. Jumlah itu terdiri dari 1.218 entitas penanaman modal ilegal, 6.991 entitas pinjaman online ilegal maupun pinpri, dan juga 251 entitas gadai ilegal. 



Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *