Deretan Emiten Hal ini Ditato Bursa Punya Ekuitas Negatif

Market9 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan sebanyak 189 perusahaan masuk pada papan pemantauan khusus, Kamis (18/1/2024). Adapun sebanyak 46 diantaranya mendapat ‘tato’ di dalam belakang ticker atau kode saham emiten tersebut.

Mereka┬ámendapat ‘tato’ atau kode E akibat masuk di kategori emiten dengan ekuitas negatif.

Seperti diketahui, Bursa telah terjadi memberlakukan kebijakan ini sejak akhir Desember 2018 yang mana bertujuan untuk mengetahui bagaimana keberlangsungan bisnis perusahan tercatat juga menjadi salah satu upaya untuk melindungi penanam modal dari emiten yang mana sedang bermasalah.

Adapun notasi E, maknanya, laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif. Dengan kata lain, utang perusahaan lebih besar besar dari asetnya.

Perlu diketahui, rumus ekuitas adalah aset dikurangi hutang, jadi pada waktu sikap hutang melebihi aset maka ekuitas akan menjadi negatif.

Investor bisa jadi mengunjungi laman resmi BEI untuk mendapatkan daftar emiten yang tersebut mempunyai notasi khusus. Bisa juga di area wadah sekuritas biasanya sudah ada menampilkan notasi khusus.

Sebagai informasi, berikut daftar emiten berekuitas negatif diambil dari data BEI per Kamis, (18/1/2024):

  1. PT Onix Capital Tbk (OCAP)
  2. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA)
  3. PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI)
  4. PT Asia Pacific Investama Tbk (MYTX)
  5. PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA)
  6. PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA)
  7. PT Steady Safe Tbk (SAFE)
  8. PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN)
  9. PT ICTSI Jasa Prima Tbk (KARW)
  10. PT Globe Kita Terang Tbk (GLOB)
  11. PT Panasia Indo Resources Tbk (HDTX)
  12. PT Bakrie Telecom Tbl (BTEL)
  13. PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI)
  14. PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA)
  15. PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP)
  16. PT Exploitasi Daya Indonesia Tbk (CNKO)
  17. PT Century Textile Industri Tbk (CNTX)
  18. PT Cowell Development Tbk (COWL)
  19. PT Siwani Makmur Tbk (SIMA)
  20. PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)
  21. PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE)
  22. PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO)
  23. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP)
  24. PT First Industri Media Tbk (KBLV)
  25. PT Net Visi Industri Media Tbk (NETV)
  26. PT Centratama Pertelekomunikasian Indonesia Tbk (CENT)
  27. PT Kokoh Inti Arebama Tbk (KOIN)
  28. PT Mahaka Dunia Pers Tbk (ABBA)
  29. PT Borneo Olah Sarana Berhasil Tbk (BOSS)
  30. PT Indofarma Tbk (INAF)
  31. PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI)
  32. PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY)
  33. PT Visi Industri Media Asia Tbk (VIVA)
  34. PT Ibukota Indonesia Kyoei Steel Works Tbk (JKSW)
  35. PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT)
  36. PT Arkadia Digital Dunia Pers Tbk (DIGI)
  37. PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL)
  38. PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN)
  39. PT HK Metals Utama Tbk (HKMU)
  40. PT Intraco Penta Tbk (INTA)
  41. PT Modern International Tbk (MDRN)
  42. PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT)
  43. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)
  44. PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY)
  45. PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA)
  46. PT Singaraja Putra Tbk (SINI)

Artikel Selanjutnya Senjata Baru Buat Investor, Cek Informasi IPO Bisa Lewat Sini

Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *