Desa Wawowae Jadi Jawara Inisiatif Desa BRILian. Mengapa?

Entrepreneur78 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terus berazam mengembangkan perekonomian desa dalam Indonesia. Kepercayaan yang dimaksud dilaksanakan perseroan untuk memberdayakan dan juga memeratakan pembangunan desa di dalam Indonesia melalui sebagian peluang atau keunggulan yang dimaksud dimiliki.

Dalam Rencana Desa BRILiaN 2023, terdapat penghargaan yang digunakan diberikan untuk beberapa kategori, salah satunya adalah penghargaan khusus bidang SDG’s kategori Desa Mempunyai Peluang Wilayah Tengah yang tersebut diraih oleh Desa Wawowae, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Desa Wawowae, Kecamatan Bajawa, Leonardus Seso mengaku sangat bersyukur sekaligus bangga akibat bisa saja mengambil bagian ambil bagian di Proyek Desa BRIlian. Menurutnya, acara yang disebutkan sejalan dengan visi serta misi Desa Wawowae, yaitu menciptakan penduduk desa yang tersebut bukanlah belaka bermartabat, berbudaya, namun juga mandiri sesuai dengan keperluan desa.

Desa Wawowae merupakan salah satu desa yang digunakan berada dalam Kecamatan Bajawa dengan luas wilayah 6,75 km² atau 675 Ha, yang digunakan terdiri dari tiga dusun juga sembilan RT. Leonardus mengatakan, jikalau ditotal jumlah total penduduk dalam Desa Wawowae ada 1.680 jiwa serta 405 KK.

Mata pencaharian warga Desa Wawowae mayoritas adalah petani. Dari 405 KK hampir semua memiliki lahan yang tersebut dimanfaatkan sebagai kebun kopi, vegetasi pangan kemudian hortikultura, lalu peternakan.

“Jadi sektor perkebunan (kebun kopi), tumbuhan pangan lalu hortikultura, serta peternakan adalah tiga prospek atau keunggulan yang dimaksud dimiliki Desa Wawowae,” ujar Leonardus dalam keterangan tertulis, disitir Hari Senin (5/2/2024).

Keberhasilan Desa Wawowae dalm mengembangkan kemungkinan desa tidak ada terlepas dari peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) setempat. Ketua Bumdes Watuata, Desa Wawowae, Hendrikus Bhaga Lalu menambahkan, bahwa sektor perkebunan dipilih sebagai prospek sektor ekonomi desa yang mana punya prospek besar untuk dikembangkan.

“Melalui forum musyawarah, desa kami setuju untuk mengembangkan peluang unggulan kebun kopi dengan barang kopi arabika flores bajawa. Ketika masa panen Mei-September, kami dapat menghasilkan kembali 200 ton green beans,” ucapnya.

Ketika masa panen kopi selesai, warga setempat pun melanjutkan kemungkinan lain, yaitu vegetasi pangan kemudian hortikultura. Warga setempat merawat flora umur pendek, seperti sawi, kol, wortel, dan juga timun. Juga ada peternakan untuk hewan kecil kemudian hewan besar.

Pengembangan Kemungkinan Desa Melalui Inisiatif Desa BRILian 2023

Desa Wawowae adalah salah satu desa yang dimaksud terpilih mengikuti Inisiatif Desa BRIlian juga berhasil meraih penghargaan dari BRI sebagai Desa Berpotensi pada Wilayah Tengah. Selama mengikuti inisiatif tersebut, tentunya setiap desa dapat merasakan manfaatnya, mulai dari mendapat pelatihan online gratis, meningkatan kapasitas juga kapabilitas manajemen desa, penyediaan konsultasi, dan juga kesempatan untuk mendapatkan berbagai penghargaan.

“Selama 11 (sebelas) hari kami mengikuti pelatihan yang tersebut diberikan BRI. Kegiatan yang bermanfaat adalah tentang cara memasarkan item dalam media sosial kemudian melalui aplikasi. Kami juga diedukasi mengenai sistem pelaporan keuangan oleh sebab itu selama ini tidak ada ada teman-teman yang digunakan basic-nya keuangan, jadi semua berjalan otodidak. Bagi kami ini adalah pembelajaran yang luar biasa,” kata salah satu pemilik UMKM binaan BRI, Edi.

Selain itu, hal yang dimaksud menggembirakan lagi, hasil Kopi Arabika Flores Bajawa (AFB) Fullwash itu di area re-branding dari BRI. Masih ada lagi, berkat bidang usaha lalu kerja keras memajukan perekonomian masyarakat, Desa Wawowae menerima apresiasi dari BRI untuk pengembangan sarana juga prasarana pengembangan desa.

“Apresiasi itu akan kami gunakan untuk pengembangan peluang unggulan, pada hal ini pengembangan mesin untuk pengolahan kopi, seperti mesin sortir, rak jemur, dan juga lainnya,” ujar Edi.

Dengan adanya Inisiatif Desa BRILiaN ini, Edi berharap edukasi dari BRI terus berlanjut di area desanya. Dia juga berharap agar BRI dapat menjadi distributor utama untuk item AFB.
Pada kesempatan terpisah, Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto menambahkan, Desa BRILiaN merupakan kegiatan pemberdayaan desa yang mana bertujuan menghasilkan kembali role model pada pengembangan desa yang digunakan diinisiasi BRI sebagai bentuk agent of development pada mengembangkan desa. Hingga akhir tahun 2023, tercatat terdapat 3.178 desa yang tersebut telah lama mendapatkan pemberdayaan Desa BRILiaN.

“Program Desa BRILiaN ini adalah contoh nyata komitmen BRI sebagai perusahaan BUMN pada menerapkan economic value lalu social value secara bersamaan, sehingga tidaklah perlu dipertentangkan, dengan kemampuan BRI menavigasi tantangan dengan baik maka tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik,” tegasnya. 

Artikel Selanjutnya 3.718 Desa BRILian Terbaik Siap Bersaing pada Nugraha Karya

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *