Di balik rasa khas nasi serta salad HokBen

Ragam17 Dilihat

IDN Bisnis DKI Jakarta – Hoka Hoka Bento atau HokBen dikenal sebagai restoran yang tersebut menyajikan makanan ala Jepun dengan rasa nasi serta salad yang khas.

Kekhasan rasa nasi kemudian saladnya sudah pernah menggerakkan orang-orang untuk menciptakan cita rasa yang tersebut serupa, kemudian tidak ada sedikit yang membagikan resep nasi kemudian salad ala HokBen karya merek di area media media sosial.

Di Jakarta, Rabu, Direktur Pemasaran PT Eka Bogainti (HokBen) Sugiri Willim mengungkapkan sedikit dari rahasia rasa nasi HokBen.

Orang-orang mengira unsur seperti tepung maizena hingga cuka perlu ditambahkan untuk menghasilkan kembali nasi dengan rasa mirip dengan nasi HokBen.

Namun, menurut Sugiri, restoran tidak ada menambahkan material khusus untuk memasak nasi.

"Orang terus-menerus bertanya, apakah beras yang dipakai HokBen itu impor? Faktanya tidak, semua materi kami adalah lokal, kecuali sebagian bumbu ada yang tersebut impor. Tapi, untuk nasi atau beras adalah beras asli dari tanah Indonesia," katanya.

Kendati demikian, beliau mengungkapkan bahwa ada teknis khusus yang dimaksud digunakan pada mencuci beras lalu memasak nasi.

"Ada teknik pengolahannya yang tak bisa jadi saya ungkap ya, tapi, prinsipnya begini, cara masak itu sangat mempengaruhi hasil, air juga mempengaruhi, berapa kali beras itu kita cuci juga mempengaruhi. Jadi, tidak hanya sekali berasnya aja, cara mencucinya juga kami punya standarnya," Sugiri menjelaskan.

Selain nasinya yang digunakan pulen, salad HokBen juga populer. Tidak sedikit orang yang berjuang menciptakan salad serta saus salad khas restoran itu dan juga membagikannya di tempat media sosial.

Sugiri mengungkapkan bahwa salad lalu saus mayonaise HokBen dibuat setiap hari tanpa menambahkan pengawet sehingga rasanya terus-menerus segar.

Kafe pun tidaklah merekomendasikan salad yang dimaksud dibuat dari irisan kol lalu wortel yang dimaksud dibawa pulang ke rumah sebab jikalau demikian maka kesegarannya mampu berkurang.

"Karena kol itu mengandung banyak gas, kami tidak ada rekomendasikan untuk dibawa pulang, melainkan dimakan segera pada gerai untuk menjaga kesegarannya, akibat kami juga tiada pakai pengawet sehingga menyebabkan pulang salad kol bisa saja merusak kesegarannya," kata Sugiri.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *