Dibayangi Saham Boncos, Bursa Mau Genjot IPO Tahun Ini adalah

Market50 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka potensi untuk meningkatkan target penghimpunan dana melalui lingkungan ekonomi modal pada 2024, salah satunya  melalui Initial Public Offering (IPO). Namun, hal ini dibayangi dengan risiko kinerja buruk saham IPO setahun ke belakang.

“Dari Mata Uang Rupiah 200 triliun pada tahun 2023, kita tingkatkan menjadi Mata Uang Rupiah 230 triliun pada 2024. Dan kemungkinan kita akan tingkatkan lagi oleh sebab itu sedang di proses ke OJK juga,” ujar Direktur Penilaian Korporasi BEI I Gede Nyoman Yetna untuk wartawan di area Jakarta, diambil Kamis (21/3/2024).

Diketahui, penghimpunan dana di dalam bursa modal pada 2023 mencapai Rupiah 247,06 triliun. Dari total itu, ada sebanyak 79 emiten yang melantai dengan nilai penggalangan dana yang mana dihimpun sebesar Rp54,14 triliun.

Nyoman tak menampik ada beberapa permasalahan yang tersebut membayangi penggalangan dana melalui IPO ini, di dalam antaranya adalah volatilitas transaksi, penurunan tarif lalu permasalahan operasional perusahaan tercatat.

“Baru tercatat, terjadi volatilitas transaksi. Kemudian yang tersebut kedua, baru tercatat, harganya turun. Kita juga melihat, ada beberapa perusahaan yang tersebut mengalami permasalahan dari sisi operasional,” kata Nyoman.

Sebut belaka PT Lavender Bina Cendikia Tbk (BMBL) yang tersebut melantai pada 11 Januari 2023 dengan harga jual Mata Uang Rupiah 188. Pada hari ini nilai sahamnya 15 atau telah anjlok 92,02% dari nilai perdana. 

Begitu pula dengan PT Mitra Tirta Buwana Tbk (SOUL) yang digunakan melantai 6 Januari 2023. Harganya sudah ada turun 80,91% dari biaya IPO menjadi Mata Uang Rupiah 21. Kedua perusahaan menggalang dana IPO senilai Simbol Rupiah 52,64 miliar kemudian Rupiah 29,7 miliar.

Selain BMBL dan SOUL, di catatan CNBC Indonesia, setidaknya ada 8 saham lain yang bernasib sama sepanjang 2023. 

Adapun terkait hal tersebut, pihaknya pun telah lama merumuskan beberapa strategi agar menjaga kualitas emiten baru pada 2024.

“Hal yang kami lakukan terkait volatilitas, pertama kami akan menyempurnakan peraturan tentang penjatahan, sebab volatilitas bisa jadi cuma terkait alokasi,” pungkas Nyoman.

Selain itu, pihaknya juga akan meningkatkan free float yang tersebut riil juga memperkenalkan regulasi green shoe untuk IPO, yang mana bertujuan meningkatkan stabilitas pasar. Green shoe dikenal sebagai mekanisme opsi penjatahan, dalam mana emiten mampu mengambil jatah merekan di IPO atau masa penawaran umum.

Bursa juga berfokus pada peningkatan kualitas perusahaan tercatat melalui penguatan tes keuangan dan juga dukungan good corporate governance oleh underwriter kemudian sponsor selama tahun pertama.

Upaya lain termasuk peningkatan kapasitas underwriter kemudian profesi penunjang melalui kegiatan capacity building, juga inisiatif menampilkan perusahaan mercusuar setiap tahun dengan kriteria tertentu untuk menekankan pentingnya kualitas melawan kuantitas perusahaan tercatat.

Artikel Selanjutnya Resmi IPO, Saham Milik Caleg DPR Terjun Bebas

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *