Dibilang Asbun Soal Speaker Mesjid, Ini adalah Tindak balas Gus Miftah

Syariah73 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta, CNBC Indonesia – Pendakwah Gus Miftah menanggapi pernyataan Juru Bicara Kementerian Agama RI Anna Hasbie yang dimaksud menyampaikan dirinya jika bicara atau asbun dan juga gagal paham terkait dengan imbauan pengaplikasian speaker di selama bulan Ramadan. Gus Miftah menilai Kemenag terlalu baper dengan ceramahnya.

“Kemenag RI makanya jangan baper, suruh semata lihat pidato abah, ada nggak ditujukkan untuk Kemenag? Kan nggak ada? Kenapa jadi baper dengan mengungkapkan abah asbun?” kata Gus Miftah untuk wartawan, seperti diambil dari detikcom, Hari Senin (11/3/2024).

Gus Miftah pun dengan tegas mengungkapkan tak ada serupa sekali berceramah dengan penyebutan surat edaran Kemenag RI. Menurutnya, yang menyarankan persoalan pembatasan speaker bukanlah hanya sekali dari Kemenag.

“Jadi sekali lagi saya tegaskan, Gus Miftah tiada pernah menyampaikan surat edaran Kemenag RI terkait dengan pengeras suara, lantaran yang menyarankan persoalan pembatasan speaker yang disebutkan tidak hanya saja Menteri Agama,” ujar Gus Miftah.

Gus Miftah justru menyarankan, demi syiar Ramadan, pemanfaatan speaker harus tetap saja dijalankan demi memulihkan suasana Ramadan pada jaman orang tua dahulu. Namun, beliau tetap memperlihatkan menyokong adanya batasan-batasan pada pengaplikasian speaker.

“Ya tapi tetap memperlihatkan semua harus ada batasnya di pemakaian speaker, katakanlah sampai jam 22.00 waktu malam pakai speaker luar. Kemeriahan Ramadan itu harus dikembalikan seperti masa kecil orang tua kita dulu, jadi nuansa Ramadan itu terasa,” tutur Pria dengan nama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman.

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) menyoroti ceramaah Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah di area Bangsri, Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa hari lalu, lantaran mengkritisi surat edaran Kemenag terkait imbauan menggunakan speaker pada selama Ramadan. Kemenag mengatakan Gus Miftah gagal paham lantaran membandingkan imbauan penyelenggaraan speaker itu dengan dangdutan yang dimaksud menurutnya tak dilarang bahkan hingga jam 01.00 pagi.

“Gus Miftah tampak asbun kemudian gagal paham terhadap surat edaran tentang pedoman penyelenggaraan pengeras kata-kata di dalam masjid dan juga musalla. Karena asbun juga tidaklah paham, apa yang mana disampaikan juga serampangan, tidak ada tepat,” tegas Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbie di keterangannya seperti disitir dari situs kemenag.go.id, Awal Minggu (11/3).

Artikel Selanjutnya 100 Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 2024

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *