Digitalisasi BRI Mempermudah Perempuan Raih Akses Keuangan

Entrepreneur15 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta  – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui inisiatif Mekaar (Membina Perekonomian Keluarga Sejahtera) turut berkontribusi terhadap tingkat literasi kemudian inklusi keuangan perempuan dalam Indonesia. Melalui inisiatif itu, banyak perempuan Indonesia berhasil mendapatkan akses keuangan untuk memulai pembangunan usahanya.

Diketahui pada 2022 tingkat literasi keuangan perempuan mencapai 50,33% sementara laki-laki mencapai 49,05%. Sedangkan untuk tingkat inklusi keuangan, perempuan berada di tempat bilangan bulat 83,88% pada 2022 atau hanya sekali berbeda tak lebih besar dari 3% dibandingkan laki-laki yang dimaksud mencapai 86,28%.

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa Mekaar telah berhasil membangun landasan inklusi keuangan dengan memanfaatkan sumber daya digital BRI. Di mana Mekaar mengembangkan ekosistem nontunai dengan pencairan pinjaman ke account tabungan.

“Program ini berhasil menghimpun 10 jt akun tabungan baru hanya saja di waktu dua tahun, meningkatkan ketahanan kegiatan ekonomi anggota kelompok, juga memungkinkan mereka memiliki data keuangan yang dimaksud akan memberikan jalur menuju pembiayaan yang tambahan besar seiring dengan peningkatan industri mereka,” ungkap Sunarso diambil dari dikutipkan dari weforum.org , Rabu (17/1/2024).

Untuk diketahui Mekaar, yang dioperasikan di tempat bawah lembaga keuangan mikro PT Permodalan Nasional Madani (PNM), didedikasikan untuk peminjam perempuan. Sunarso memaparkan bahwa pinjaman kelompok masih merupakan metode yang tersebut paling umum serta paling berhasil pada menyalurkan pembiayaan untuk perempuan kurang mampu di area warga pedesaan.

Adapun karakteristik model pinjaman kelompok adalah merancang modal sosial lalu mengandalkan jaminan sosial dari tanggung jawab sama-sama para anggota.

Berdasarkan survei BRI Research Institute pada 2023, sebanyak 60,85% peminjam Mekaar mampu meningkatkan pendapatannya serta 48,35% dalam antaranya mengalami peningkatan aset setelahnya menerima pembiayaan.

Mereka juga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan memenuhi keperluan dasar rumah tangga, termasuk pangan, pendidikan, akses terhadap listrik, kemudian kepemilikan aset

“Mekaar juga memfasilitasi akses terhadap material baku, memperluas saluran distribusi, lalu memperkenalkan platform digital digital untuk anggota melalui inisiatif pemberdayaan. Selain itu, kegiatan ini menanamkan anggota untuk meningkatkan kepercayaan diri dan juga kapasitas pengambilan keputusan,” jelas dia.

Sunarso pun tak memungkiri bahwa Mekaar masih memiliki berbagai tantangan. sebabnya data Kementerian Koordinator Area Pembangunan Manusia dan juga Kebudayaan menunjukkan terdapat 27,1 jt perempuan usia produktif kurang mampu dalam Indonesia.

Padahal berdasarkan studi yang dimaksud dilaksanakan McKinsey & Company kesetaraan gender di area Indonesia berpotensi memberikan sumbangan sekitar US$135 miliar terhadap produk-produk domestik bruto (PDB) pada 2030.

“Ini insentif besar bagi Indonesia untuk pergi dari dari perangkap negara berpendapatan menengah sebab jutaan perempuan yang disebutkan akan menangguhkan kesenjangan inklusi keuangan, pendapatan, juga gender,” pungkas Sunarso.

Artikel Selanjutnya Inisiatif BRInita Mudahkan Warga Menanam di dalam Lahan Sempit

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *