Dirty Vote Ungkap Pelanggaran Pemilu, TKN Prabowo-Gibran: Mana Buktinya?

Berita Olahraga75 Dilihat

IDN Bisnis JakartaWakil Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Habiburokhman mempersoalkan film Dirty Vote , film dokumenter yang mengungkap berbagai dugaan kecurangan pemilihan umum atau Pemilu. Habiburokhman membantah pernyataan ahli hukum tata negara Bivitri Susanti, salah  satu pemeran pada film tersebut, mengenai kecurangan pemilihan raya 2024. Habiburokhman mengumumkan pernyataan yang dimaksud disampaikan Bivitri tidaklah berdasar.

“Tidak disebut kejadian yang dimaksud mana, apa buktinya, bagaimana status pelaporan kemudian penanganan perkaranya,” kata Habiburokhman di konferensi pers yang mana disiarkan segera di area YouTube Prabowo Gibran, Ahad, 11 Februari 2024. 

Sebelumnya, pada teaser film yang dimaksud disutradarai Dandhy Laksono ini memang sebenarnya Bivitri menyampaikan bahwa alasannya mau terlibat di pembuatan film ini lantaran ada kecurangan luar biasa di Pemilihan Umum 2024. Ia ingin publik tahu bahwa pemilihan raya kali ini tiada bisa saja dianggap baik-baik saja

Sementara itu, Habiburokhman mengungkapkan berbicara kecurangan Pemilihan Umum harus berdasarkan fakta. Misalnya, kata dia, kecurangan pada pemilihan 2019 ketika ada persoalan sekian jt Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda atau jikalau ada pengerahan pemilih di tempat luar untuk memilih. Menurutnya, jumlah keseluruhan bilangan bulat kecurangan yang disebutkan jelas. 

“Bagaimana dapat ia (Bivitri) mengungkapkan ada kecurangan luar biasa. Kalau satu dua PJ kepala area yang tersebut melakukan pelanggaran, apakah telah diproses secara hukum?” ucap Habiburokhman. “Jadi, ini murni asumsi.”

Film Dirty Vote dirilis dalam YouTube Dirty Vote pada 11 Februari 2024. Film Dirty Vote dibintangi oleh tiga ahli hukum tata negara yaitu Bivitri Susanti, Zainal Arifin Mochtar, serta Feri Amsari. Mereka memaparkan banyak data dan juga mengurai pelanggaran hukum juga kecurangan Pemilihan Umum pada waktu ini. 

Ada beberapa poin yang dimaksud disampaikan Bivitri Susanti, Zainal Arifin Mochtar, kemudian Feri Amsari pada film berdurasi 1 jam 55 menit 22 detik itu. Di antaranya persoalan kecurangan melalui penunjukkan 20 PJ kepala daerah, tekanan untuk kepala desa agar mengupayakan kandidat tertentu, juga penyaluran bantuan sosial atau Bansos yang tersebut berlebihan.

Dalam pemilihan presiden tahun ini, putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka progresif sebagai calon perwakilan presiden mendampingi Prabowo Subianto. Pasangan ini berhadapan dengan dua pasangan lainnya yaitu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan juga Ganjar Pranowo-Mahfud Md.

Majunya Gibran menjadi sorotan rakyat akibat beliau progresif pasca Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman yang mana sekaligus paman Gibran mengabulkan gugatan terkait aturan persyaratan usia calon perwakilan presiden 40 tahun. Putusan itu menyebabkan Gibran yang semestinya belum memenuhi ketentuan menjadi mampu mencalonkan diri sebagai calon presiden. 

Meski Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) menyatakan bahwa Anwar Usman melakukan pelanggaran etik berat, sehingga langkah yang dihasilkan juga cacat secara etik, namun pendaftaran Gibran terus berjalan. Pasangan Prabowo-Gibran didukung Jokowi dan juga sebagian menterinya. Belakangan, Presiden Joko Widodo juga diduga melakukan banyak manuver kebijakan pemerintah untuk memperkuat Prabowo-Gibran.

Film yang dimaksud mulanya dijadwalkan tayang pukul 11.00 tetapi mundur ke 11.39 WIB. Namun, sebelum film dirilis, TKN Prabowo Gibran telah lebih banyak dulu mengatur konferensi pers juga menuding bahwa film yang disebutkan berisi fitnah.

RIRI RAHAYU | ADIL AL HASAN

Pilihan Editor: Dirty Vote Ungkap Dugaan Kecurangan Jokowi, Salurkan Bansos Mendadak, Kerahkan Polisi Hingga Tekan Kepala Desa

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *