Distrik bersejarah Arab Saudi jalin kerja sebanding dengan mitra China

Ragam24 Dilihat

Ibukota Indonesia – direktur utama Otoritas Pembangunan Gerbang Diriyah, Jerry Inzerillo, Distrik bersejarah Arab Saudi, Diriyah, yang mana merupakan Laman Warisan Planet UNESCO, ingin bekerja sejenis dengan lebih tinggi banyak perusahaan China.

Xinhua yang digunakan disitir pada Jakarta, Rabu, dia menyampaikan pernyataan yang disebutkan pada wawancara dengan Xinhua baru-baru ini pada sela-sela Pertemuan Khusus Diskusi Perekonomian Planet (World Economic Forum/WEF) yang diselenggarakan di Riyadh.

"Kami pada waktu ini menjalin usaha dengan tambahan dari 40 perusahaan China. Dalam beberapa tahun ke depan hingga 2030, saya memprediksi kami akan berbisnis dengan hampir 200 perusahaan China," ujarnya.

Otoritas Pembangunan Gerbang Diriyah didirikan pada 2017 dengan tujuan untuk melestarikan serta mengembangkan Diriyah, ibu kota kuno negara kerajaan itu.
 

   

Inzerillo menyatakan bahwa hubungan antara China juga Arab Saudi belum pernah sekuat ini secara ekonomi maupun politik, dan juga juga di bidang pariwisata, dengan hubungan yang tersebut baik mendebarkan lebih banyak sejumlah pengunjung dari China ke negara kerajaan itu lalu sebaliknya.

China memiliki salah satu budaya kemudian warisan yang paling di juga paling kaya dalam dunia, kata pejabat tersebut, seraya menekankan pentingnya pertukaran budaya antara kedua belah pihak.

"Kami memperkenalkan sejumlah budaya China di dalam di tempat ini untuk ditampilkan di Arab Saudi, sementara pada pada waktu yang sama, kami mengekspor budaya Saudi untuk ditampilkan pada China," ujar Inzerillo.

Saat ini, dengan semakin banyaknya turis China yang mana berkunjung ke Arab Saudi, beliau menguraikan alasan para pengunjung untuk datang ke Diriyah.

"Diriyah merupakan Portal Warisan Planet UNESCO, di antaranya pemandangan alamnya yang tersebut beragam dan juga arsitektur yang dimaksud menakjubkan, dengan acara-acara musiman, pertunjukan rakyat, pasar, lalu restoran bergaya tradisional yang digunakan autentik," katanya.

Sebagai bagian dari Visi Arab Saudi 2030, Diriyah Square dirancang untuk berubah jadi pusat perdagangan, budaya, lalu hiburan, dengan penekanan pada keberlanjutan, keterlibatan masyarakat, lalu pelestarian budaya, imbuh Inzerillo, seraya menekankan kesediaan otoritasnya untuk melakukan bidang usaha dengan lebih tinggi sejumlah mitra China. 

Artikel ini disadur dari Distrik bersejarah Arab Saudi jalin kerja sama dengan mitra China

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *