DJP imbau warga segera lapor SPT sebelum tenggat waktu

Finansial29 Dilihat

IDN Bisnis Perlu kami ingatkan kembali bahwa batas waktu pelaporan SPT Tahunan PPh 2023, agar tak dikenakan sanksi keterlambatan, adalah 31 Maret 2024 bagi wajib pajak (WP) orang pribadi kemudian 30 April 2024 bagi WP badan….

Jakarta – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengimbau publik segera melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan sebelum tenggat waktu.

“Perlu kami ingatkan kembali bahwa batas waktu pelaporan SPT Tahunan PPh 2023, agar tiada dikenakan sanksi keterlambatan, adalah 31 Maret 2024 bagi wajib pajak (WP) orang pribadi lalu 30 April 2024 bagi WP badan. Untuk itu, kamu mengimbau wajib pajak untuk segera melaporkan SPT Tahunan,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, juga Hubungan Warga DJP Dwi Astuti pada Jakarta, Rabu.

Untuk 18 Maret 2024, total wajib pajak yang mana sudah ada melaporkan SPT Tahunan mencapai 8,71 juta, yang tersebut terdiri dari 8,45 jt SPT orang pribadi kemudian 259,9 ribu SPT badan.

Dari jumlah agregat tersebut, masih terdapat sekitar 10,56 jt SPT Tahunan yang digunakan belum disampaikan, terdiri dari 8,76 jt orang pribadi dan juga 1,8 jt badan.

DJP telah dilakukan menyediakan beberapa jumlah opsi untuk melaporkan SPT secara elektronik, seperti melalui e-filling maupun e-form. Kendati begitu, DJP tetap memperlihatkan menerima laporan SPT yang digunakan dilaksanakan secara manual.

Batas penyampaian SPT Tahunan bagi wajib pajak orang pribadi adalah 31 Maret 2024, sedangkan untuk wajib pajak badan 30 April 2024.

Penyampaian SPT tahunan yang mana terlambat akan dikenai sanksi administrasi dalam bentuk denda, yakni senilai Rp100 ribu untuk wajib pajak orang pribadi lalu Rp1 jt untuk wajib pajak badan.

Untuk mengingatkan rakyat melaporkan SPT Tahunan, DJP akan mengirimkan email blast terhadap 20 jt wajib pajak, baik orang pribadi maupun badan.

Pengiriman email akan dijalankan secara bertahap.

Namun, Suryo mengingatkan publik untuk berhati-hati pada email penipuan. Email blast  akan dikirim melalui email resmi Direktorat Jenderal Pajak dengan domain @pajak.go.id.

Suryo memohonkan warga untuk jeli juga tak keliru terjebak pada email yang dimaksud bukanlah berasal dari Direktorat Jenderal Pajak.

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *