Doa Salat Tarawih serta Witir Lengkap: Arab, Latin lalu Artinya

Syariah37 Dilihat

IDN Bisnis

Jakarta– Salat Tarawih adalah salat waktu malam setelahnya Salat Isya serta dapat dilaksanakan secara berjamaah di area masjid atau rumah pada bulan puasa Ramadan 2024. Dilansir dari laman NU Online, hukum Salat Tarawih adalah sunah bagi laki-laki juga perempuan Muslim.

Sholat sunah Tarawih ini setiap saat dikerjakan Rasulullah bahkan tiada ditinggalkannya. Pelaksanaan salat tarawih dianggap bukan sah jikalau dilaksanakan sebelum Salat Isya, kemudian disunahkan mengakhirinya dengan Salat Witir, dengan batas pelaksanaan salat tarawih yaitu akhir malam.

Ada salah satu hadits tentang pensyariatan Salat Tarawih yaitu Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq, yang mana sudah pernah diterjemahkan oleh Abu Aulia kemudian Abu Syauqina. Disampaikan dengan lugas bahwa Salat Tarawih adalah amalan yang mana sangat dianjurkan bagi pria serta wanita.

“Sesungguhnya Rasulullah SAW pada suatu waktu malam salat pada masjid lalu para sahabat mengikuti salat beliau, kemudian pada di malam hari berikutnya (malam kedua) Rasul salat lagi maka semakin berbagai orang (yang mengikuti salat nabi), kemudian merekan berkumpul pada di malam hari ketiga atau di malam hari keempat. Namun, Rasulullah SAW keluar, lalu ketika pagi harinya beliau bersabda: ‘Sungguh aku sudah pernah mengawasi apa yang digunakan sudah kalian lakukan, juga tidaklah ada yang mana mencegahku meninggalkan terhadap kalian kecuali sesungguhnya aku khawatir akan diwajibkan pada kalian,’ kemudian (peristiwa) itu terjadi dalam bulan Ramadhan.” (Muttafaqun ‘alaih)

Sebenarnya, doa yang dibaca usai salat tarawih biasa disebut doa kamilin. Dikutip dari “Panduan Sholat untuk Perempuan karya Nurul Jazimah” berikut bacaan doa kamilin beserta artinya:

Bacaan Usai Salat Tarawih (Doa Kamilin)

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالإيْمَانِ كَامِلِيْن وَلِلفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنِ وَلِلصَّلاةِ حَافِظِيْنِ وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْن وَلَمِا عِنْدَكَ طَالِبِيْنِ وَلِعَفْوكَ رَاجِيْنِ وَبِالْهُدَي مُتَمَسِّكِين وَعَن اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنِ وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْن وَفِي الآخِرَةِ رَاغِيين وبالقضَاءِ رَاضِينِ وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنِ وَعَلي البَلَاءِ صَابِريْن وَتَحْتَ لِوَاءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صلى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنِ وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنِ وَإِلَى الجَنَّةِ دَاخِلِيْن وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنِ وَعَلَى سَرِيْرِ الكَرَامَةِ قَاعِدِيْنِ وَمِنْ حُوْرٍ عِينٍ مُتَزَوِّحِينِ وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاج مُتَلبِّسِيْن وَمِنْ طَعَامِ الجَنَّةِ آكِلِينِ وَمِنْ لَّبَن وَعَسَلٍ مُصَفًّى شاريين بأكْوَابٍ وَأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ مَعَ الَّذِي أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّين وَالصَّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِوَالصَّالِحِيْن وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيْقًا ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بالله عَلِيْمًا اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِي لَيْلَةِ هَذا الشَّهْرِ الشَّرِيفَةِ المُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ المَقْبُوْلِيْن وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينِ

Allâhummaj’al bil îmâni kâmilîn wa lilfarâidhi muaddîn wa lishshalâti hâfidzîn wa lizzakâti fâ’ilîn wa limâ ‘indaka thâlibîn wa li’afwika râjîn wa bil hudâ mutamassikîn wa ‘anillaghwi muʼridhîn wa fid-dunyâ zâhidîn wa fîl âkhirati râghibîn wa bil gadhâ’i râdhîn wa lin-na’mâ’i syâkirîn wa ‘alâl balâ’i shâbirîn wa tahta liwâ’i sayyidinâ Muhammadin shallallahu ‘alayhi wa sallama yawmal qiyâmati sâirin wa ilâlhawdhi wâridîn wa ilâl-jannati dâkhilîn wa minan-nâri nâjîn wa ‘alâ sarîr al-karâmati qâ’idîn wan hûrin “în mutazawwijîn wa min sundusin wastabraqin wa dîbâjin mutalabbisin wa min tha’âmil jannati âkilîn wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn bi akwâbin wa abârîqa wa kaʼsin min maʼîn ma’alladzî an’amta ‘alayhim minannabiyyîn wash-shiddîqîn wasy-syuhâdâ’ wash-shâlihîn wa hasuna ulâ’ika rafîqan dzâlikal fadhlu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîma. Allâhummaj’alnâ fî laylati hâdzasyahr syarîfatil mubârakati min al-syu’âdâ’il maqbûlîn wa lâ taj’alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ Muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma’în birahmatika ya ar-hamar-râhimîn.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami manusia yang digunakan senantiasa menyempurnakan iman kami, melaksanakan perintah menjalankan kewajiban-Mu, menjalankan salat, menunaikan zakat, memohon dan juga mengharap ampunan-Mu, yang tersebut berpegang teguh terhadap petunjuk (yang Kau berikan), meninggalkan kemungkaran, hidup dengan mudah pada dunia, mengharap surga pada akhirat, berpasrah pada takdir, bersyukur pada nikmat juga bersabar melawan cobaan di tempat bawah bendera syariat Muhammad SAW pada hari kiamat. Dari ajarannya kami datang, ke surga kami menuju, serta juga kami selamat dari api neraka. Kami duduk pada berhadapan dengan kain sutra kemuliaan, kami menikahi bidadari yang cantik kemudian jelita. Kami memakai pakaian yang terbuat dari permadani, sutra, kemudian perhiasan mewah lainnya. Kami makan dari masakan yang dimaksud sudah pernah tersedia di dalam surga. Kami meminum madu dan juga susu dengan menggunakan gelas mewah sama-sama para nabi, orang jujur, syuhada, orang saleh, juga mereka itu akan menjadi teman setia di area surga kelak. Demikianlah keutamaan dari Allah. Allah Maha Mengetahui melawan segala yang mana dilaksanakan oleh hamba-Nya. Ya Rabb, jadikan kami pada di malam hari yang dimaksud mulia juga penuh berkah ini sebagai orang-orang yang dimaksud senantiasa bahagia juga engkau ampuni. Serta janganlah masukkan kami ke di golongan orang-orang yang mana senantiasa bersedih lalu tertolak. Kami senantiasa bershalawat terhadap Nabi Muhammad SAW, keluarga, lalu sahabat-sahabatnya secara keseluruhan dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang dari yang penyayang.”

Sementara itu, penyelenggaraan Salat Tarawih yang tersebut dilanjutkan dengan Salat Witir mengharuskan pelaksanaannya dengan jumlah keseluruhan rakaat ganjil, baik itu satu atau tiga rakaat. Berikut bacaan doa Salat Witir juga artinya yang dimaksud diambil dari Kumpulan Doa & Dzikir Ramadhan karya Ammi Nur Baits:

Bacaan Doa Usai Salat Witir

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

Allahumma inni a’udzu bi ridhooka min sakhotik wa bi mu’afaatika min ‘uqubatik, wa a’udzu bika minka laa uh-shi tsanaa-an ‘alaik, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsik

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu, kemudian aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tiada dapat menyampaikan semua pujian kepada-Mu, sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.”

Artikel Selanjutnya Awal Ramadan 1445 Hijriyah Versi Muhammadiyah: 11 Maret 2024

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *