Dokter ingatkan diabetesi tiada konsumsi kalori berlebih pada waktu lebaran

Ragam19 Dilihat

IDN Bisnis Ibukota Indonesia – Pada pada waktu hari raya lebaran muncul dorongan untuk menyantap aneka hidangan seperti rendang dan juga opor ayam yang mana dapat meningkatkan kadar kalori pada tubuh, apakah hal yang dimaksud diperbolehkan bagi diabetesi (pengidap diabetes)?

Dokter spesialis penyakit pada dari RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo dr. Syahidatul Wafa, SpPD menganjurkan konsumsi makanan pada waktu lebaran perlu memperhatikan keinginan kalori tubuh.

"Memang ini salah satu tantangan untuk kita semua ketika hari raya, asupan kalori lebih banyak tinggi dari keperluan barangkali juga lebih tinggi tinggi dari hari-hari biasa dikarenakan makanannya enak-enak. Boleh atau gak boleh (konsumsi kalori berlebih) tentu jawabannya disesuaikan dengan keinginan kalori," kata Wafa pada sebuah pertemuan diskusi daring yang tersebut diselenggarakan di tempat Jakarta, Sabtu. 

Wafa menjelaskan, tubuh individu yang tidaklah mengidap diabetes mellitus memiliki mekanisme yang tersebut dapat mengontrol asupan kalori yang tersebut masuk ke tubuh dengan cara memproduksi insulin. Akan tetapi, pada diabetesi tubuh tiada dapat memproduksi insulin yang cukup untuk mengendalikan kalori sehingga memicu peningkatan kadar gula darah. 

Apabila diabetesi sulit mengendalikan asupan makannya ketika lebaran, Wafa menyatakan hal yang disebutkan dapat ditangani dengan meningkatkan dosis obat atau insulin.

"Misalnya ada yang digunakan mendapatkan obat-obatan yang minum ada kemungkinan dosisnya perlu dinaikkan, apalagi yang mendapatkan insulin. Kalau mendapatkan insulin misalnya kalau makannya tambahan sejumlah dari biasanya dosis insulinnya sanggup dinaikkan agar gula darahnya tiada terlalu tinggi," kata Wafa menjelaskan. 

Wafa menganjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum melakukan penyesuaian dosis obat diabetes mellitus agar takaran yang tersebut diterima tetap memperlihatkan sesuai dengan keperluan tubuh diabetesi.

"Sebaiknya untuk pasien penyakit gula ada konsultasi dengan dokter secara khusus sehingga penyesuaian obat ini bisa saja pas sebab setiap pasien berbeda-beda penyesuaian dosis obatnya juga waktu makan obatnya, sesuai dengan kontrol gula darahnya," tutur Wafa.

Kendati demikian, Wafa masih menganjurkan sebisa mungkin saja untuk mengendalikan asupan makanan pada waktu hari raya lebaran lantaran kenaikan gula darah secara signifikan berbahaya bagi kebugaran diabetesi.

"Gula darahnya tinggi itu bisa jadi menyebabkan komplikasi, komplikasi apa yang mana bisa jadi terjadi? Hiperglikemia atau gula darahnya tinggi sekali misalnya sanggup pada berhadapan dengan 300 mg/dl apalagi kalau terjadi dehidrasi ini dapat memicu kegawatan," kata Wafa. 

Disclaimer: artikel ini berdasarkan dari rangkuman berbagai sumber
Berita terbaru dan terlengkap hanya ada di IDN Bisnis

Situs ini disponsori oleh: Free Invoice Generator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *